Pedomanrakyat.com, Turki – Gempa bumi yang mengguncang Turkiye dan Suriah pada Senin (6/2/2023) lalu, menelan puluhan ribu korban jiwa dan luka-luka.
Selain itu, musibah tersebut menghancurkan bangunan, termasuk masjid tertua di Turkiye dan gereja tertua di dunia.
Melansir dari laman Euronews, masjid tertua di Turkiye dan gereja tertua di dunia tersebut berada di Kota Antakya, Provinsi Hatay, Turkiye.
Baca Juga :
Keduanya adalah Masjid Habib-I Nejjar dan Gereja Ortodoks Antiokhia, atau dikenal sebagai Gereja Antakya. Bangunan suci umat beragama Islam dan Kristen tersebut, hancur menjadi puing-puing akibat guncangan gempa.
Masjid Habib-I Nejjar dibangun pada abad ke-7 dan merupakan masjid tertua di Turkiye.
Masjid tersebut sangat berarti bagi umat Islam di Turkiye, dan dunia pada umumnya. Dulunya, umat Islam berkunjung ke masjid ini sebelum berziarah ke Makkah.
Duka serupa juga dialami oleh umat Kristiani di Turkiye khususnya. Sebab, Gereja Ortodoks Antiokhia yakni St. Pierre, atau dikenal sebagai Gereja Antakya runtuh akibat gempa.
Dinding dan kubahnya hampir runtuh semuanya, seperti dilansir dari Euronews.
Anggota Dewan Gereja Ortodoks Antiokhia, Sertac Paul Bozkurt mengatakan Gereja Antakya merupakan tempat lahirnya agama Kristen.
“Ini adalah gereja tertua, gereja pertama di dunia. Ini adalah tempat lahirnya agama Kristen. Itu sebabnya, kami memanggil umat Kristiani dari seluruh dunia untuk membantu kami membangun kembali Gereja Antakya,” kata Bozkurt dilansir dari Euronews.
Melansir dari laman Word Heritage Convention Unesco, gereja ini diperkirakan dibangun sejak umat Kristen pertama datang di Antakya sekitar awal 38-39 masehi.

Komentar