Melinda Aksa Resmikan Bank Sentra Sampah Pertama di Bontoala

Nhico
Nhico

Rabu, 15 Juli 2026 09:52

Melinda Aksa Resmikan Bank Sentra Sampah Pertama di Bontoala

Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa, meresmikan Bank Sentra Sampah (BSS) Kelurahan Gaddong, Kecamatan Bontoala, Selasa (14/7/2026).

Kehadiran fasilitas ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus memperlancar distribusi hasil pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga menuju bank sampah pusat.

Bank Sentra Sampah Gaddong merupakan BSS pertama yang beroperasi di Kecamatan Bontoala. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi pusat pengumpulan hasil pemilahan dari berbagai Bank Sampah Unit (BSU) yang telah berkembang di wilayah tersebut sehingga rantai pengelolaan sampah menjadi lebih efisien.

Dalam sambutannya, Melinda Aksa menegaskan Bank Sentra Sampah menjadi bagian penting dalam membangun sistem persampahan yang berkelanjutan.

“Dengan hadirnya Bank Sentra Sampah di Kelurahan Gaddong, kita berharap alur pengelolaan sampah menjadi lebih lancar sehingga semangat masyarakat untuk memilah sampah tetap terjaga,” ujarnya.

Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Makassar membenahi tata kelola persampahan dari hulu hingga hilir.

Kota Makassar masih menghadapi tantangan tingginya produksi sampah setiap hari, sementara kapasitas pengelolaan harus terus ditingkatkan agar beban yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Antang dapat dikurangi.

Karena itu, pemerintah mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah, penguatan bank sampah, pengolahan sampah organik, hingga penerapan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.

Produksi sampah Makassar per hari sekitar 1.036 hingga 1.200 ton per hari. Sementara TPA Antang (Tamangapa) yang memiliki luas sekitar 20,8 hektar dan saat ini sudah melebihi kapasitas (overload).

Melinda juga mengapresiasi konsistensi Pemerintah Kecamatan Bontoala dalam memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah hanya dapat dicapai melalui kolaborasi pemerintah, RT, RW, TP PKK, komunitas, dan masyarakat.

“Saya mengapresiasi komitmen Pak Camat beserta seluruh lurah yang terus membersamai program ini. Kolaborasi pemerintah kecamatan, kelurahan, RT, RW, hingga masyarakat adalah kunci agar pengelolaan sampah benar-benar menjadi budaya,” katanya.

Selain pengelolaan sampah anorganik, Melinda menilai Kecamatan Bontoala memiliki potensi besar dalam pemanfaatan sampah organik karena terdapat tiga pasar tradisional. Ia mendorong penguatan koordinasi dengan Perusahaan Daerah Pasar agar limbah organik dapat diolah menjadi kompos, pakan maggot, maupun dimanfaatkan untuk mendukung urban farming.

Visi Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, lanjut Melinda, adalah menghadirkan minimal satu Bank Sampah Unit dan satu kawasan urban farming di setiap RW. Sejauh ini selain Kecamatan Bontoala juga terdapat Bank Sentra Sampah di Manggala. Dan juga rerdapat fasilitas Bank Sampah Sektoral yang dilengkapi layanan drive-thru di Kecamatan Tallo.

Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan hasil daur ulang dan budidaya pangan perkotaan.

“Kita ingin setiap RW memiliki Bank Sampah Unit dan Urban Farming. Sampah yang dipilah bisa diolah, hasilnya dimanfaatkan, bahkan panennya dapat menjadi sumber perputaran ekonomi masyarakat. Jadi pengelolaan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga tentang kesejahteraan,” tuturnya.

Di Kecamatan Bontoala yang terdiri atas 12 kelurahan, 56 RW, dan 240 RT kini telah memiliki sekitar 20 Bank Sampah Unit.

Selain itu, sejumlah inovasi lingkungan seperti Teba Modern, budidaya maggot, biopori, pembuatan eco-enzyme, dan urban farming juga telah berkembang di berbagai kelurahan.

“Hari ini kami melaunching Bank Sentra Sampah di Kelurahan Gaddong. Ke depan, kelurahan-kelurahan lain juga telah menyatakan kesiapan untuk membentuk Bank Sentra Sampah sehingga sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Bontoala semakin kuat dan terintegrasi,” ujar Camat Bontoala, Fataullah.

Sejalan dengan pengadaan Bank Sampah, saat ini pemerintah tengah mempercepat transformasi TPA Antang dari sistem open dumping menuju sanitary landfill melalui penataan timbunan sampah menggunakan metode cover soil, pembenahan sistem pengolahan air lindi, serta penyiapan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Hingga Juni 2026, progres pembenahan fisik TPA Antang dilaporkan telah mencapai sekitar 40 persen sebagai bagian dari target memenuhi standar pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro23 September 2026 23:23
Bunda PAUD Makassar Dorong Komunikasi Efektif untuk Penguatan Pendidikan Anak Usia Dini
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pokja Bunda PAUD Kota Makassar menggelar kegiatan Public Speaking bertema “Speak with Confidence, Heart & Im...
Daerah23 September 2026 22:22
Bupati Syaharuddin Tinjau Peternakan 200 Ribu Ayam, Telur Sidrap Tembus Kalimantan
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, mengunjungi salah satu peternakan ayam petelur di Desa Mario, ...
Metro23 September 2026 21:25
Sekda Jufri Rahman: Pengendalian Inflasi Harus Jadi Agenda Strategis Daerah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Sulawesi Selatan Jufri Rahman menekankan pentingnya pengendalian inflasi sebagai bagian ...
Olahraga23 September 2026 20:44
KALLA 10K 2026 Gandeng PASI, Makin Kompetitif dan Jadi Daya Tarik Pelari Elite
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla 10K akan berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Anjungan Pantai Losari dengan menargetkan 4.500 pelari. Mengga...