Mentan SYL: Karantina Pertanian Mengawal Keamanan Pangan Masyarakat

Jennaroka
Jennaroka

Kamis, 13 Mei 2021 09:02

Mentan SYL: Karantina Pertanian Mengawal Keamanan Pangan Masyarakat

Pedoman Rakyat, Cengkareng – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo secara tegas memastikan tugasnya dalam melakukan pengawasan keamanan bahan pangan dan juga pakan asal produk pertanian telah dilakukan oleh jajarannya di Badan Karantina Pertanian atau Barantan.

“Kalau sampai lalai atau tanpa Karantina, maka akan sangat berbahaya bahan pangan bagi masyarakat di NKRI ini,” kata Mentan saat melakukan kunjungan kerja monitoring pengawasan tindakan karantina pertanian di Cargo Ekspor dan Impor, Bandar Udara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Rabu (12/5/2021).

Dalam kesempatan tersebut Mentan memantau secara langsung tindakan pemeriksaan terhadap pelayanan perkarantinaan komoditas pertanian yang dilakukan jajarannya di Karantina Pertanian Soekarno Hatta serta memastikan pelayanan perkarantinaan saat ini telah berjalan sesuai dengan sistem operasional prosedur, dan dikawal dengan baik.

“Karantina pertanian mengatur keluar masuknya bahan komoditas baik untuk pangan, farmasi atau chemical, obat obatan, bahkan bisa dijadikan untuk kosmetik,” ujar Mentan.

Penguatan sistem perkarantinaan akan menjadi fokusnya khususnya dari sisi sarana dan prasarana serta SDM yang mumpuni.

“Dengan tugasnya yang strategis yakni berkaitan dengan fungsi keselamatan, keamanan dan kepentingan nasional, maka perlu dukungan dan sinergi dengan semua pihak,” ungkapnya.

Kepala Barantan, Ali Jamil yang turut mendampingi menyebutkan bahwa selama masa bulan ramadan hingga jelang H-1 Idulfitri terjadi peningkatan lalu lintas komoditas pertanian, baik ekspor, impor, antar area maupun transit.

“Ini telah kami antisipasi dengan tetap memberlakukan masa layanan karantina, termasuk di masa libur lebaran, unit layanan karantina tetap beroperasi,” kata Jamil.

Selain untuk melakukan pengawasan produk pertanian impor, hal ini juga untuk mengantisipasi peningkatan laju ekspor khususnya pada komoditas super prioritas yakni Sarang Burung Walet (SBW) dan Porang.

“Kedua komoditas ini mendapat perhatian khusus dari Pak Menteri, jangan sampai ada hambatan akses pasar atau keterlambatan layanan sertifikasi,” pungkas Jamil.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik17 April 2026 16:31
PPP Sulsel Siapkan Muscab Serentak, Cari Pemimpin yang Mampu Hidupkan Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar musyawarah cabang (...
Politik17 April 2026 15:48
Gubernur Sulsel Ungkap Perkembangan Preservasi Jalan Ruas Makassar-Gowa dan Takalar Capai 26 Persen
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membeberkan update progres pelaksanaan program Multiyears Pro...
Ekonomi17 April 2026 15:33
Gak Perlu Jauh! Semua Kebutuhan Haji, Umrah dan Oleh-oleh Khas Timur Tengah Kini Hadir di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, dan oleh-oleh khas Timur Tengah terbesar di Indonesia, resmi membuka ca...
Daerah17 April 2026 15:20
1.856 ASN WFH, Pemkab Maros Pastikan Layanan Publik Tak Terganggu
Pedomanrakyat.com, Maros — Pemerintah Kabupaten Maros mulai menerapkan sistem work from home (WFH) bagi ASN secara penuh pekan ini. Dari total 6.392...