Mentan SYL: Serap Kedelai Petani, Utamakan Beli Lokal

Jennaroka
Jennaroka

Rabu, 12 Mei 2021 23:31

Mentan RI Syahrul Yasin Limpo.
Mentan RI Syahrul Yasin Limpo.

Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL) pada awal tahun ini telah menyiapkan strategi untuk penyediaan dan stabilisasi kedelai. Agenda ini disiapkan untuk 100 hari ke depan sampai dengan bulan Maret dan 200 hari ke depan sampai bulan Juni 2021.

kedelai merupakan makanan yang sudah menjadi ciri khas orang Indoneaia. Maka dari itu kedelai merupakan makanan penting dan sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita,” ujar Mentan SYL pada saat menghadiri rapat pengembangan dan percepatan kedelai di Ruang AWR Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Indonesia saat ini masih impor kedelai sampai dengan 6 juta ton, diantaranya kedelai segar 2,6 juta ton untuk tahu tempe, terbesar berupa bungkil dan lainnya. Ini yang menurutnya harus dikurangi dengan penyediaan kedelai dalam negeri. “Karena menurut saya menanam kedelai bukanlah hal yang sulit dilakukan. Saya juga berharap agar masyarakat mengutamakan membeli kedelai lokal terlebih dahulu dari pada membeli kedelai impor,” ujarnya.

Sebagai informasi target tanam kedelai seluas 325 ribu ha. Diperkirakan nantinya akan ada capaian produksi 500 ribu ton dengan produktivitas lebih dari 2 ton per hektar. Realisasi sampai dengan hari ini sudah kontrak benih 35.323 ha dan realisasi tanam sudah 12.063 ha. Tersebar di Jabar, Jatim, Sulbar, Jateng, DIY, Jambi, Sumsel, NTT, Sulteng, Sulsel dan Gorontalo.

Adapun tanam musim gadu ini dilakukan petani di pematang, sawah, tadah hujan, integrasi tebu, di lahan PTPN, RNI, dan Perhutani. Langkah selanjutnya Kementan meminta Gakoptindo dan pengrajin tahu tempe untuk bisa menyerap kedelai lokal petani tersebut.

Di tempat sama Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menyampaikan dengan adanya kenaikan kedelai" href="https://pedomanrakyat.com/tag/harga-kedelai/">harga kedelai maka para petani supaya dapat lebih semangat membudidayakan kedelai tersebut. “Di luar itu petani juga harus membuktikan bahwa kualitas kedelai kita tidak kalah dengan kualitas impor,” sebutnya.

Maka dari itu Kementan memberikan peluang kepada para petani untuk mengembangkan kedelai. “Terus berinovasi untuk menjadikan kedelai Indonesia menjadi yang terbaik. Dan mohon juga support bagi para penyedia benih kedelai agar dapat mendukung para petani di Indonesia,” kata Suwandi.

Kehadiran satgas pangan menjadi penting untuk mendukung perencanaan peningkatan produksi kedelai. Brigjen Pol Helmy Santika, dari Bareskrim Polri selaku tim satgas pangan, mengapresiasi kepada stakeholder di kewilayahan yang sinerginya berjalan dengan baik.

“Untuk di lapangan sendiri pengerjaan di lapangan sampai ke perncatatan harga di pasar juga berjalan dengan baik. Kami juga berharap semoga kedelai" href="https://pedomanrakyat.com/tag/harga-kedelai/">harga kedelai tetap stabil sampai dengan akhir liburan ini. Walau kita dalam masa pandemi seperti ini kita harus cepat turun kelapangan untuk mencari solusi jika ada permasalahan. Dan juga agar kendala-kendala dapat diatasi,” sebutnya

Dari pihak universitas pun juga ikut serta aktif mengawal upaya Kementan ini. Jamhari, Dekan Fakultas Pertanian UGM mengatakan dari pihak perguruan tinggi siap mendukung peningkatan produksi kedelai. “Kami kira pemerintah juga harus hadir dalam penanaman bibit sampai juga pada saat panen berlangsung. Agar bisa melihat kendala apa saja yang dialami oleh orang lapangan,” sarannya lebih lanjut.

Ada beberapa hal pokok yang harus menjadi perhatian dalam pengembangan produksi kedelai. Strategi penyiapan benih kedelai dalam negeri harus menjadi poin penting baik itu terkait ketersedian benih sumber, teknik penyimpanan benih, dan pengembangan varietas produktivitas tinggi. Kemudian bagaimana meningkatkan produksi kedelai dalam negeri dengan penyiapan lahan, pengendalian hama dan penyakit.

Selanjutnya adalah meningkatkan daya saing benih kedelai dalam negeri karena pada dasarnya benih lokal tidak kalah kualitasnya dengan benih luar yang sebagian besar adalah GMO. Disamping semua itu, regulasi harus berpihak ke petani. Perlu adanya regulasi yang bersifat permanen untuk menjamin adanya kepastian harga dan meningkatnya minat petani untuk bertanam kedelai.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik11 Februari 2026 23:29
Sekjen PPP Absen di Pembukaan Mukernas, Panitia dan Ketum Mardiono Beri Penjelasan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi digelar di Kota Makassar, Sulawesi...
Ekonomi11 Februari 2026 21:32
Komitmen Pengembangan SDM, IWIP Raih Penghargaan Golden Leader JMSI Awards
Pedomanrakyat.com, Banten – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dinilai sebagai Golden Leader Pembangunan Sumber Daya Manusia setelah m...
Metro11 Februari 2026 20:35
Ismail Fokus Perjuangkan Air Bersih, Jawab Harapan Warga Pesisir Utara Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail menegaskan komitmennya untuk membantu warga yang berada di wilayah utara...
Metro11 Februari 2026 19:24
Waka DPRD Sulsel Sufriadi Arif Hadiri Groundbreaking Preservasi Jalan Rp274 Miliar di Takalar
Pedomanrakyat.com, Takalar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menghadiri kegiatan groundbreaking preservasi jalan Paket 2 Multi...