Minum Ramuan Penangkal Corona Buatan Dukun, Menkes Ini Positif Covid

Jennaroka
Jennaroka

Minggu, 24 Januari 2021 21:55

Didorong oleh menteri kesehatan, ribuan orang Sri Lanka telah mencari ramuan tersebut dengan harapan dapat mencegah penyebaran COVID-19. (Foto: AP).
Didorong oleh menteri kesehatan, ribuan orang Sri Lanka telah mencari ramuan tersebut dengan harapan dapat mencegah penyebaran COVID-19. (Foto: AP).

Pedoman Rakyat, Colombo – Menteri Kesehatan Sri Lanka, Pavithra Wanniarachchi yang menghadapi kritik karena mengonsumsi dan mendukung sirup herbal buatan seorang dukun, dinyatakan positif COVID-19.

Seorang pejabat Kementerian Kesehatan pada hari Sabtu mengkonfirmasi bahwa Pavithra Wanniarachchi menjadi pejabat tingkat tertinggi yang terinfeksi virus tersebut. Dia dan kontak langsungnya telah diminta untuk melakukan karantina sendiri.

Dokter mengatakan tidak ada dasar ilmiah untuk sirup sebagai obat untuk virus corona yang konon mengandung madu dan pala.

Ribuan orang berkumpul dalam antrean panjang pada bulan Desember di kota Kegalle, timur laut ibu kota Kolombo, untuk mendapatkan sirup tersebut. Beberapa hari setelah Wanniarachchi dan beberapa pejabat pemerintah lainnya mengonsumsinya di depan umum.

Dukun pembuat obat sirup tersebut mengatakan bahwa dia mendapatkan formula tersebut melalui kekuatan ilahi. Di media lokal, dia mengklaim dewi Hindu Kaali muncul dalam mimpi dan memberikan resep untuk menyelamatkan umat manusia dari virus corona.

Orang Sri Lanka terbiasa minum obat biasa dan obat alternatif asli untuk menyembuhkan penyakit.

Sementara itu pada Sabtu, Presiden Gotabaya Rajapaksa mengumumkan bahwa Sri Lanka akan menerima stok pertama vaksin Oxford-AstraZeneca dari India pada 27 Januari.

Dia mengatakan India memberikan stok ini secara gratis dan pemerintahnya sedang mengatur untuk membeli lebih banyak vaksin dari India, China dan Rusia.

Pada hari Jumat, Sri Lanka menyetujui vaksin Oxford-AstraZeneca dan akan mendahulukan petugas kesehatan untuk mencegah sistem medis runtuh.

Vaksin tersebut adalah yang pertama disetujui untuk penggunaan darurat di Sri Lanka. Kementerian Kesehatan mengatakan penyuntikan akan dimulai pada pertengahan Februari. Sri Lanka telah melaporkan 52.964 kasus dengan 278 kematian.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...