Miras Ilegal, 54 Orang di India Tewas-100 Lebih Masih di Rumah Sakit

Nhico
Nhico

Sabtu, 22 Juni 2024 20:09

Ilustrasi Orang Tewas di India.(F-INT)
Ilustrasi Orang Tewas di India.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, India Jumlah korban tewas akibat tenggak miras ilegal di India naik menjadi 54 orang pada Sabtu (22/6/2024).

Sementara, lebih dari 100 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit (RS).

Pada Rabu (19/6/2024) lalu, hampir 200 orang telah dirawat di RS karena muntah-muntah, sakit perut, dan diare, usai meminum minuman keras yang dibubuhi metanol di Distrik Kallakurichi, Negara Bagian Tamil Nadu, India selatan.

Sebagaimana dilansir Reuters, seorang pejabat tinggi di Distrik Kallakurichi, M.S. Prasanth, menyebut aparat penegak hukum yang menyelidiki insiden tersebut telah menangkap tujuh orang.

Kematian akibat konsumsi alkohol yang diproduksi secara ilegal menjadi peristiwa yang sering terjadi di India.

Di negara tersebut, Reuters melaporkan, hanya sedikit orang yang mampu membeli minuman beralkohol bermerek,

 Komentar

Berita Terbaru
Metro09 September 2026 15:42
Wali Kota Makassar dan KPK Bahas Penguatan Tata Kelola Program MBG
Pedomanrakyat.com, Makassar —Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyambut kedatangan jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berkunjung ...
Metro09 September 2026 15:22
Sidak SPBU di Makassar, Muhammad Sadar Soroti Antrean BBM Mengular Lebih dari 1 Kilometer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Kota Makassar dalam sepekan terakhir semakin mengular. Di SPBU Jalan Veteran, a...
Metro09 September 2026 14:39
Wali Kota Appi Serukan OPD Bergerak: 12.939 Jiwa di Makassar Sudah Terima Bantuan Air Bersih
Pedomanrakyat.com, Makassar — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi menginstruksikan jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, termasuk D...
Politik09 September 2026 13:36
Gubernur Sulsel Bentuk Satgas Awasi Penyaluran BBM dan LPG 3 Kg
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengambil langkah cepat dalam merespons kondisi antrean dan kela...