Muhammad Sadar Tekankan Kualitas-Ketepatan Waktu Proyek Preservasi Jalan Multiyears Sulsel

Muh Saddam
Muh Saddam

Jumat, 19 Desember 2025 13:32

Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar.
Anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar.

Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan mengagendakan rapat kerja untuk membahas pelaksanaan lima paket fisik preservasi jalan dengan skema kontrak multiyears (MYC) Tahun 2025–2027.

Rapat tersebut dijadwalkan berlangsung di Ruang Rapat Komisi D Kantor Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (DBMBK) Sulawesi Selatan, Jumat (19/12/2025).

Rapat kerja ini menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulsel serta para direktur perusahaan pelaksana proyek yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO).

Perusahaan yang dijadwalkan hadir meliputi PT Permata–Tri Star–Kharisma dan Bumi Karsa–MKJ sebagai pelaksana Paket 1, serta PT Nindya–Amal–Insec yang menangani Paket 4 dan Paket 5.

Dalam rapat tersebut, anggota Komisi D DPRD Sulsel, Muhammad Sadar, menegaskan bahwa proyek preservasi jalan multiyears ini merupakan salah satu proyek infrastruktur terbesar yang pernah dilaksanakan di Sulawesi Selatan.

“Ini bisa dikatakan sebagai proyek percontohan di Sulawesi Selatan. Karena itu, sudah menjadi tugas kami di Komisi D untuk melakukan pengawasan secara ketat terhadap seluruh tahapan pekerjaan,” ujar Sadar.

Ketua Fraksi NasDem itu menekankan dua aspek utama yang harus menjadi perhatian serius para kontraktor, yakni kualitas pekerjaan dan ketepatan waktu penyelesaian proyek.

Ia secara khusus menyoroti kesiapan peralatan, terutama Asphalt Mixing Plant (AMP), saat berdialog dengan perwakilan salah satu rekanan, yakni Bumi Karsa.

“Saya ingin memastikan kesiapan AMP. Lokasinya di mana, kemudian dengan pekerjaan sebanyak 15 ruas, apakah radius dari AMP ke lokasi pekerjaan mencukupi,” tanya Sadar.

Ia menegaskan bahwa jarak maksimal AMP ke lokasi pengaspalan harus berada dalam radius 130 kilometer dengan suhu produksi 160 derajat Celsius, dan suhu minimal saat penghamparan aspal sebesar 110 derajat Celsius.

“Selain itu, seluruh peralatan pendukung seperti asphalt finisher, tandem roller, dan alat lainnya harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Infrastructure Non PU General Manager Bumi Karsa, Ahmad Rani, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua unit AMP di lokasi strategis.

“AMP kami berada di Lawowi, Kabupaten Sidrap, yang sudah siap operasi, serta satu unit lagi di Kabupaten Pinrang. Dua AMP ini memiliki kapasitas seribu dan telah sesuai dengan dokumen kontrak yang mensyaratkan dua set peralatan,” jelas Ahmad Rani.

Ia menambahkan bahwa jarak antara AMP dan lokasi pekerjaan seluruhnya berada di bawah 100 kilometer, sehingga dinilai masih aman dan memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi17 April 2026 11:48
Bursa Sajadah Hadir di Makassar, Mudahkan Warga Siapkan Kebutuhan Ibadah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, d...
Metro17 April 2026 08:02
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan...
Metro16 April 2026 23:24
Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026),...
Metro16 April 2026 23:03
Bahas LKPJ hingga Larut Malam, Komisi E Tegaskan Kesehatan Masyarakat Tak Boleh Dikompromi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel...