Muhammadiyah Apresiasi Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia

Nhico
Nhico

Sabtu, 16 April 2022 17:12

Muhammadiyah Apresiasi Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia

pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Forum Pimpinan Pertanian Perguruan Tinggi Muhammadiyah (FPIP-PTM) Budy Wiryono mengapresiasi kinerja sektor pertanian Indonesia yang mampu tumbuh positif di tengah lesunya ekonomi global akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan. Karena itu, Budy mengajak semua pihak untuk menjaga momentum ini agar petani terus meningkatkan produksi.

“Sesungguhnya pertanian Indonesia itu sudah teruji dengan berbagai kondisi di mana selama pandemi berlangsung sektor ini masih bertahan dan mampu meningkatkan devisa negara,” ujar Budy pada webinar Propaktani, Sabtu (16/4/2022).

Budy mengatakan sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting karena menjadi tempat bergantungnya kehidupan masyarakat Indonesia. Karena itu, sektor pertanian harus mendapat perhatian khusus baik dari sisi hulu maupun hilir.

“Jangan sekali-kali mengabaikan sektor pertanian karena jika produksinya terganggu bukan tidak mungkin akan menimbulkan instabilitas politik dan harga-harga menjadi naik,” katanya.

Melihat berbagai kondisi ini, forum perguruan tinggi Muhammadiyah siap berkolaborasi dengan Kementan untuk mengawal ketersediaan pangan di seluruh Indonesia. Terutama dalam menghadapi hari besar keagamaan seperti hari raya Idulfitri 2022 mendatang.

“Berdasarkan visi dan misi kami, tentu ada banyak hal yang bisa kita kolaborasikan bersama dengan jajaran Kementan. Di antaranya mendukung kurikulum belajar kampus merdeka, mendukung riset, publikasi, dan turun langsung ke lapangan untuk membantu petani meningkatkan produksi,” jelas Budy.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan ketersediaan 12 bahan pokok dalam kondisi aman dan terkendali. Tidak ada kekurangan apalagi kelangkaan. Bahkan di saat bersamaan, para petani di sejumlah daerah tengah menggelar panen raya sehingga kondisi beras nasional diperkirakan melimpah.

Sebagai informasi, berdasarkan catatan BPS Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Maret tahun 2022 meningkat 109,29 atau naik 0,42 persen (MtoM). Meningkatnya NTP menandakan bahwa indeks harga yang diterima petani jauh lebih tinggi jika dibandingkan indeks yang dibayar petani.

Sama halnya dengan NTP, Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) juga mengalami kenaikan sebesar 109,25 atau naik 0,67 persen. Kenaikan NTUP dipengaruhi naiknya komoditas kelapa sawit, cabai rawit, cabai merah, dan telur ayam ras.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 23:23
KLH Nilai Pembenahan TPA Tamangapa Sangat Baik, Optimistis Segera Bebas Sanksi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) dan PT Esa Mahakarya Tunggal (EcoTru) terus m...
Politik31 Agustus 2026 22:16
Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli Ingatkan Birokrasi Jangan Jadi Alat Politik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan mengingatkan bahaya kooptasi politik terhadap birokrasi yang dapat mengganggu netral...
Metro31 Agustus 2026 21:41
Appi ke SKPD: Kerja Sama Pemkot-BPN Harus Turun ke Eksekusi, Bukan Berhenti di Meja Penandatanganan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar memperkuat sinergi dengan Kantor Pertanahan Kota Makassar dalam membenahi tata kelola adm...
Nasional31 Agustus 2026 21:21
Update Karhutla: Hotspot Menurun, Penanganan Diperkuat
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kementerian Kehutanan bersama tim gabungan terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah...