Ngeri, Puluhan Mayat Berserakan di Jalan Kota Bucha Ukraina usai Dikepung Pasukan Rusia

Nhico
Nhico

Minggu, 03 April 2022 14:25

Ilustrasi Mayat Tergeletak di jalan Ukraina.(F-INT)
Ilustrasi Mayat Tergeletak di jalan Ukraina.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Rusia Wartawan yang masuk ke Kota Bucha, sebelah utara Kyiv pada hari Sabtu (2/4/2022) melihat pemandangan mengerikan akibat perang.

Mereka menceritakan, melihat mayat berserakan di jalan-jalan. Setidaknya 20 mayat pria berpakaian sipil tergeletak di satu jalan, dan satu tangannya diikat, lapor wartawan AFP.

Diketahui, pasukan Rusia telah mundur dari kota tersebut setelah sebelumnya melakukan pengepungan di sana.

Penyebab kematian tidak segera terlihat, kata AFP, meskipun satu mayat tampaknya memiliki luka kepala yang besar.

Wartawan dari AP menghitung enam mayat warga sipil di sepanjang jalan dan di halaman depan sebuah rumah.

AFP menggambarkan mayat-mayat itu menunjukkan indikasi, termasuk kulit lilin dan kuku gelap, bahwa orang-orang itu telah meninggal setidaknya selama beberapa hari.

Sebuah video yang diposting ke media sosial pada hari Sabtu dan diverifikasi oleh The Washington Post menunjukkan, setidaknya sembilan mayat bergelimpangan di jalan, termasuk satu anak tergeletak di daerah perumahan di kota Bucha, utara Kyiv, Ukraina, setelah pasukan Rusia mundur. Mereka tampaknya sudah mati.

Video itu memperlihatkan pengemudi yang meliuk-liuk di antara mayat, mobil yang terbakar dan pohon tumbang. Seorang narator di video mengatakan: “Jika Anda mengatakan bahwa tentara Rusia adalah manusia …” dan ia kemudian menambahkan, “hanya untuk pemahaman umum tentang apa yang terjadi di sini.”

Pasukan Rusia mundur dari Bucha, sebuah kota berpenduduk 37.000 orang di barat laut Kyiv, dan pinggiran ibu kota lainnya dalam beberapa hari terakhir, meninggalkan jejak kehancuran.

Pasukan Rusia berjuang untuk menguasai Bucha mulai 27 Februari, tiga hari setelah invasi dimulai, dan “penembakan tanpa henti” menjebak penduduk di rumah dan tempat penampungan tanpa listrik atau gas, menurut Human Rights Watch.

Pertempuran itu menghancurkan menara air kota seminggu kemudian.

Human Rights Watch mewawancarai penduduk yang menggambarkan, tentara Rusia menjarah rumah dan menembak warga sipil ketika mencoba untuk mendapatkan air.

Seorang wanita mengatakan, tentara Rusia telah mengancam akan menembaknya jika dia mencoba mengambil mayat suaminya.

 Komentar

Berita Terbaru
Politik11 Februari 2026 23:29
Sekjen PPP Absen di Pembukaan Mukernas, Panitia dan Ketum Mardiono Beri Penjelasan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi digelar di Kota Makassar, Sulawesi...
Ekonomi11 Februari 2026 21:32
Komitmen Pengembangan SDM, IWIP Raih Penghargaan Golden Leader JMSI Awards
Pedomanrakyat.com, Banten – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dinilai sebagai Golden Leader Pembangunan Sumber Daya Manusia setelah m...
Metro11 Februari 2026 20:35
Ismail Fokus Perjuangkan Air Bersih, Jawab Harapan Warga Pesisir Utara Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail menegaskan komitmennya untuk membantu warga yang berada di wilayah utara...
Metro11 Februari 2026 19:24
Waka DPRD Sulsel Sufriadi Arif Hadiri Groundbreaking Preservasi Jalan Rp274 Miliar di Takalar
Pedomanrakyat.com, Takalar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menghadiri kegiatan groundbreaking preservasi jalan Paket 2 Multi...