Okupansi Hotel di Sulsel Merosot karena Covid-19

Editor
Editor

Rabu, 13 Januari 2021 17:25

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga
Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga

Pedoman Rakyat, MakassarPerhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan okupansi atau tingkat hunian kamar hotel di Sulawesi Selatan turun drastis hingga 20 persen sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada awal Maret 2020.

Ketua PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga mengatakan, pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi seluruh sektor termasuk usaha perhotelan.

“Semua sektor tiarap. Okupansi hotel turun drastis sekitar 20 persen. Banyak karyawan juga terdampak akibat Covid-19,” ujarnya, Selasa (12/1/2021).

Anggiat menambahkan, sejak awal pandemik di Sulsel pada 2020, okupansi hotel turun drastis dan bahkan saat pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, sejak adanya pelonggaran PSBB, beberapa hotel yang tadinya tutup total mulai membuka usaha dan bahkan sudah ada warga yang mulai menginap.

“Sedangkan di awal 2021 okupansi hotel di Sulsel khususnya di Kota Makassar juga hanya rata-rata 15-20 persen. Hal ini terjadi karena tidak adanya kunjungan wisata dan acara baik sektor pemerintahan maupun korporasi yang digelar di hotel seperti tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel Yos Rusdiansyah menyebut, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di provinsi itu pada November 2020 naik 8,29 poin dibanding bulan September 2020 atau dari 34,27 persen menjadi 42,56 persen.

“TPK mengindikasikan berapa persentase kamar yang terpakai dibandingkan dengan kamar yang tersedia. TPK pada hotel bintang selama periode November 2020 mencapai 42,56 persen. Hal yang sama jika dibandingkan dengan periode November tahun sebelumnya itu mengalami penurunan 13,45 poin,” ujarnya.

Ia mengatakan, tingkat hunian kamar hotel pada September 2019 sebesar 56,01 persen. Namun secara tahunan atau year to year (yoy) terjadi penurunan tetapi tidak terlalu siginifikan dikarenakan adanya pandemi COVID-19.

Untuk tingkat hunian hotel berbintang semua kelas mulai dari bintang satu hingga hotel berbintang lima ada yang mengalami peningkatan dan ada juga yang mengalami penurunan.

Untuk hotel bintang satu, tingkat huniannya pada November sebanyak 55,36 persen yang sebelumnya 30,58 persen atau naik 24,78 poin, bintang dua sebesar 30,05 dari 35,25 persen (-5,29 poin), bintang tiga sebanyak 44,49 persen dari 39,46 persen (5,03 poin). (ria)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro15 September 2026 17:26
BPBD Makassar Kembali Salurkan 3,04 Juta Liter Air untuk 92.931 Jiwa
Pedomanrakyat.com, Makassar – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, terus memperkuat penanganan Tanggap Darurat Bencana (TDB...
Metro15 September 2026 16:25
Appi Desak Pertamina Investigasi Total Pangkalan, Imbas Kelangkaan Gas Melon di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi, merespons persoalan kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) yang mulai di...
Politik15 September 2026 14:57
Sidak Singkat Bupati Ibas, Beasiswa Hingga Bersihnya Ruangan Prokopim Jadi Sorotan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Memanfaatkan waktu luang, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam memilih turun langsung ke lapangan untuk memastikan ko...
Metro15 September 2026 14:07
1.160 Orang Disiapkan ke Porprov, Pemkot Makassar Pastikan Atlet Tak Berjuang Sendirian
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memastikan dukungan penuh terhadap kontingen Makassar yang akan berlaga pada Pek...