Panglima TNI Tegur Satgas Covid-19 Sulsel Saat Tinjau Pusat Isolasi Asrama Haji Sudiang

Jennaroka
Jennaroka

Sabtu, 07 Agustus 2021 20:53

Panglima TNI Tegur Satgas Covid-19 Sulsel Saat Tinjau Pusat Isolasi Asrama Haji Sudiang

Pedoman Rakyat, Makassar – Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menegur Satgas Covid-19 Pemprov Sulsel untuk lebih meningkatkan proses penelusuran dan pemeriksaan orang yang pernah kontak erat, hingga yang terkonfirmasi positif.

Teguran diberikan setelah dia menerima laporan Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman dan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto.

Bahwa masih ada ratusan orang yang tak masuk dalam program isoman di Asrama Haji Sudiang, Makassar.

“Kasus konfirmasi peninjauan itu per 1000 orang perminggu itu sudah di atas 200. Harusnya, minggu ini di sini sudah ada tambahan 200. Ini idealnya. Tugas kita adalah bagaimana membawa 200 kasus konfirmasi itu ada di sini,” tegasnya, Sabtu (7/8/2021).

Lanjut Hadi, masyarakat yang kontak erat dengan orang yang terkonfirmasi rasionya 1 banding 15.

“Berarti 200 kali 15, itu boleh isoman. Kecuali yang memang reaktif, berarti bisa ditaruh di sini lagi,” imbuhnya.

Hadi yakin bila program itu berjalan dengan baik, maka laju penularan Covid-19 di Kota Makassar dapat diturunkan. Penurunan jumlah itu menurutnya juga akan berdampak baik dengan kondisi perputaran ekonomi.

“Nah itu yang harusnya menjadi PR kita kerjakan,” tegas Hadi.

Panglima TNI, tak sendiri datang meninjau. Turut meninjau Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo. Keduanya melihat kondisi terkini pusat isolasi Covid-19 di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar.

Sebelumnya, Koordinator Posko Satgas Covid-19, Sulsel, Arman Bausat mengatakan, secara umum terjadi peningkatan kasus, khususnya di Kota Makassar sejak, 3 Agustus 2021.

“Perminggu ada peningkatan rata-rata 78 orang terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Arman menerima kunjungan dua jendral tersebut.

Dari 78 orang yang terkonfirmasi, kata Arman, yang masuk rumah sakit hanya sekitar 23 orang. Sementara 58 orang lainnya memilih enggan masuk rumah sakit.

“Inilah yang menyebabkan mereka menjadi carrier. Pertama mereka merasa tidak memiliki gejala sehingga tidak masuk ke rumah sakit. Makanya ini yang sedang kami upayakan agar penanganannya bisa dari hulu ke hilir,” jelas Arman.

Salah satu cara menekan laju penyebaran dari hulu menurut Arman adalah, dengan menerapkan PPKM hingga mengebut program faksinasi.

Sementara hilirnya, pemerintah telah menyediakan lokasi isoman untuk para pasien yang telah terkonfirmasi.

Penulis : Reza

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi24 Oktober 2026 14:36
Temui Wamenkes RI, Bupati Ibas Amankan 90 Milliar Lebih Bantuan Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Upaya memaksimalkan layanan kesehatan di Luwu Timur membuahkan hasil besar ketika Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam me...
Otomotif24 Oktober 2026 09:13
Kalla Toyota Hadirkan Land Cruiser FJ di Makassar, SUV Tangguh Berdesain Kompak
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla Toyota memperkenalkan Toyota Land Cruiser FJ untuk pertama kalinya di kawasan Indonesia Timur melalui gelara...
Politik24 Oktober 2026 08:26
Appi Pimpin Demokrat Sulsel periode 2026-2030, Siapkan Formasi Baru dalam 30 Hari
Pedomanrakyat.com, Makassar – Munafri Arifuddin alias Appi resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demok...
Daerah24 Oktober 2026 07:32
Lutim Tak Mau Kecolongan, Warga di Zona Rawan Bencana Mulai Dipetakan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat kesiapsiagaan bencana d...