Pelaku Bom Bunuh Diri Gereja Katedral Makassar Dilatih Bikin Peledak Lewat Online

Jennaroka
Jennaroka

Senin, 29 Maret 2021 20:35

Ekspos kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.
Ekspos kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar.

Pedoman Rakyat, Makassar – Suami istri pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, mendapat pelatihan membuat peledak lewat online. Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar, mengatakan, kelompok teroris sekarang ini mendoktrin pelaku-pelaku teror lewat internet.

Yang lebih miris lagi, pelaku bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar masih berusia 20-an tahun.

“Memang di era medsos ini, pengguna internet sudah 200 juta. 80 persen adalah generasi muda. Tentu kita berharap diseminasi toleransi yang mengarah radikalisme. Mengantisipasi cara-cara aksi teror. Cara membuat bahan peledak yang dibuat oleh akun tidak bertanggungjawab, upaya sudah dilakukan, tetapi narasi akun baru website baru yang mengunggah tidak pernah putus, karena kebutuhan. Kita harus meliterasi agar pemanfaatan informasi keliru hingga menjadi pilihan,” terang Boy, Senin (29/3/2021).

Cara-cara seperti ini, lanjut Boy, terus dikembangkan para pelaku teror. Bahkan, teroris yang melatih membuat peledak, pernah berlatih di luar negeri. “Ada informasi dengan online training yg dikembangkan oleh mereka. Jadi mereka mengembangkan tata cara pembuatan bahan peledak, ada narsum senior mereka pernah berlatih di luar negeri.. Jadi ideologi ini dikembangkan kelompok radikal terorisme,” demikian Boy.

Sebelumnya juga diberitakan, sepasang suami istri pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, ternyata baru menikah enam bulan lalu. Kapolri Jenderal Polisi Sigit Listyo Prabowo dalam keterangannya mengatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan DNA terhadap kedua pelaku. Hasilnya, sepasang suami istri bomber di depan Gereja Katedral Makassar ini berinisial L dan YSF.

Sebelum melakukan aksi teror, suami istri pun meninggalkan pesan. “Saudara L ini sempat meninggalkan surat wasiat pada orang tuanya, yang isinya berpamitan dan siap mati sahid. Kemudian L dan YSF ini beberapa bulan yang lalu tepatnya 6 bulan di nikahkan,” ucapnya saat ekspose di Mapolda Sulsel, Senin (29/3/2021) sore.

Penulis : Reza

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi17 April 2026 11:48
Bursa Sajadah Hadir di Makassar, Mudahkan Warga Siapkan Kebutuhan Ibadah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, d...
Metro17 April 2026 08:02
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan...
Metro16 April 2026 23:24
Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026),...
Metro16 April 2026 23:03
Bahas LKPJ hingga Larut Malam, Komisi E Tegaskan Kesehatan Masyarakat Tak Boleh Dikompromi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel...