Pemkab Lutim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bagi Penyandang Disabilitas di SLB

Nhico
Nhico

Rabu, 23 September 2026 07:35

Pemkab Lutim Perkuat Kesiapsiagaan Bencana bagi Penyandang Disabilitas di SLB

Pedomanrakyat.com, Lutim- Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Luwu Timur terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana, khususnya bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

Upaya tersebut dilakukan melalui simulasi kebencanaan bagi orang tua dan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Tunas Harapan Bangsa, Kecamatan Tomoni, Selasa (22/9/2026).

Kegiatan ini merupakan kolaborasi Pemkab Luwu Timur bersama Yayasan Save the Children Indonesia dan Yayasan Celosia Marennu Indonesia.

Simulasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian hari kedua Program Inisiatif Ketangguhan dan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Anak dan Pemuda.

Program ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, ketangguhan menghadapi bencana, serta kemandirian anak dan pemuda penyandang disabilitas.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD dan PMI Kabupaten Luwu Timur memberikan edukasi serta praktik langsung mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan saat menghadapi situasi darurat.

Materi mencakup pengenalan potensi risiko bencana, pertolongan pertama, prosedur evakuasi yang aman hingga praktik penyelamatan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.

Analis Kebencanaan BPBD Kabupaten Luwu Timur, Bannawati mengatakan, keterlibatan kelompok rentan dalam edukasi dan simulasi kebencanaan menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang tangguh menghadapi bencana.

Menurutnya, siswa SLB perlu dibekali pemahaman dan keterampilan dasar agar dapat mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat.

“SLB adalah kelompok rentan yang nantinya diharapkan dapat melakukan evakuasi secara mandiri. Simulasi ini mengedukasi mereka agar memahami apa yang harus dilakukan apabila terjadi bencana,” ujarnya.

Melalui simulasi ini, para siswa, guru, dan tenaga kependidikan diajak memahami pentingnya bertindak cepat, tepat, dan terkoordinasi saat terjadi bencana.

Pendekatan yang digunakan juga menekankan prinsip inklusif agar setiap peserta dapat mengikuti proses evakuasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Kolaborasi antara Save the Children Indonesia, Yayasan Celosia Marennu Indonesia, BPBD, dan PMI Kabupaten Luwu Timur diharapkan semakin memperkuat penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di lingkungan sekolah, sehingga tercipta lingkungan belajar yang lebih aman, tangguh, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga08 November 2026 21:28
Borong 56 Emas, Makassar Makin Perkasa di Porprov Sulsel 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kontingen Kota Makassar menunjukkan performa gemilang pada hari kedua pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Su...
Metro08 November 2026 20:26
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Hadirkan Pangan Murah, Jaga Daya Beli dan Perkuat Kebutuhan Pokok
Pedomanrakyat.com, Makassar – Menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau, menjad...
Metro08 November 2026 19:22
Fatmawati Rusdi: APBD Sulsel 2027 Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sembilan fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan menerima jawaban pemerintah dan sepakat melanjutkan pemb...
Olahraga08 November 2026 18:21
Sepak Takraw Putra Makassar Bungkam Tuan Rumah, Tiket Semifinal dalam Genggaman
Pedomanrakyat.com, Wajo – Tim sepak takraw putra Kota Makassar memastikan satu tempat di babak semifinal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulaw...