Pedomanrakyat.com, Maros – Memasuki musim hujan, Pemerintah Kabupaten Maros melalui BPBD mulai memetakan wilayah rawan bencana untuk mengantisipasi potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem.
Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, menyebut sedikitnya 10 kecamatan berpotensi mengalami banjir, di antaranya Bontoa, Bantimurung, Lau, Maros Baru, Marusu, Mandai, Simbang, Tanralili, Turikale, dan Moncongloe. Bontoa tercatat sebagai wilayah terluas tergenang, mencapai 4.405 hektare.
Sementara itu, daerah pegunungan seperti Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu tergolong aman dari banjir, namun berisiko tinggi mengalami longsor. Tompobulu memiliki indeks bahaya longsor tertinggi seluas 4.297 hektare.
Baca Juga :
BPBD juga mencatat potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah, termasuk Bontoa (kategori tinggi) dan Tompobulu (kategori sedang).
Kepala BPBD Maros, Towadeng, mengatakan pihaknya telah menyiagakan personel, perahu karet, dan alat evakuasi.
“Kami juga berkoordinasi dengan kecamatan dan desa untuk membentuk posko siaga bencana serta mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem,” ujarnya.

Komentar