Pedomanrakyat.com, Maros – Sebanyak 360 mahasiswa dari keluarga miskin di Kabupaten Maros berpotensi menerima bantuan sosial pendidikan yang tengah disiapkan Dinas Sosial Kabupaten Maros pada 2026.
Bantuan tersebut menyasar mahasiswa yang berasal dari keluarga kategori miskin berdasarkan data desil 1 hingga desil 4 Kementerian Sosial, dan tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Maros.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Maros, Andi Zulkifli Riswan Akbar, mengatakan pihaknya telah mengidentifikasi sekitar 300 hingga 360 calon penerima bantuan yang tersebar di 14 kecamatan.
Baca Juga :
“Kami sudah mengidentifikasi sekitar 300 sampai 360 mahasiswa calon penerima. Mereka berasal dari keluarga desil satu hingga desil empat,” ujarnya, Minggu (8/2/2026).
Ia menegaskan, program ini bukan beasiswa pada umumnya, melainkan bantuan sosial pendidikan yang secara khusus diperuntukkan bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan belum pernah menerima bantuan pendidikan dari program lain.
“Kami tidak mencampurkan dengan bantuan pendidikan lain. Mahasiswa yang sudah menerima beasiswa tidak akan mendapatkan bantuan sosial pendidikan ini,” tegasnya.
Untuk merealisasikan program tersebut, Dinas Sosial masih menunggu regulasi berupa Peraturan Bupati (Perbub) sebagai dasar pelaksanaan. Program ini telah dirancang sejak dua tahun lalu dan mulai menunjukkan progres pada 2026.
Pemerintah Kabupaten Maros menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk program ini. Setiap mahasiswa penerima akan memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp2,5 juta.
Bantuan sosial pendidikan ini hanya diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang Strata 1 (S1).
“Untuk S2 penafsirannya berbeda karena rata-rata sudah mapan dan banyak beasiswa lain yang tersedia. Fokus kami saat ini pada mahasiswa S1,” pungkasnya.

Komentar