Pemprov Sulsel-USAID ERAT Kolaborasi Rancang Strategi Turunkan Angka Stunting

Muh Saddam
Muh Saddam

Rabu, 02 Agustus 2023 13:11

Pemprov Sulsel-USAID ERAT Kolaborasi Rancang Strategi Turunkan Angka Stunting

Pedomantakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berkomitmen untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Provinsi Sulsel mencapai 27,2 persen pada 2022.

Angka ini menduduki peringkat ke-10 prevalensi balita stunting tertinggi di Indonesia.

Sulsel memangkas tipis angka balita stunting sebesar 0,2 poin dari tahun sebelumnya.

Pada 2021 tercatat prevalensi balita stunting di provinsi ini sebesar 27,4 persen. Pada 2022, terdapat 14 kabupaten dengan prevalensi balita stunting di atas rata-rata angka provinsi. Sisanya, 10 kabupaten/kota di bawah angka rata-rata prevalensi balita stunting.

Kondisi tersebut menuntut perlunya upaya strategis agar dapat tercapai upaya penurunan angka stunting di Sulsel.

Upaya strategis dimaksud adalah dengan meningkatkan kolaborasi antar pelaku serta sinergitas antar lembaga yang ada baik pemerintah maupun unsur non pemerintah dan swasta.

Guna menemukan upaya strategis dimaksud, maka diperlukan adanya kajian penilaian cepat secara kualitatif di tingkat Provinsi Sulsel, dan akan dianalisis dengan menggunakan metodologi PEA (Political Economy Analysis) stunting.

“Sampai saat ini masih menjadi perdebatan data e-PPGBM dan hasil Survei Status Gizi Indonesia karena perbedaannya cukup signifikan,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Sulsel, Andi Mirna, Selasa (1/8/2022).

Menurut Andi Mirna, untuk menurunkan angka stunting perlu adanya inovasi. Ia berharap, seluruh perangkat daerah yang bergabung dalam TPPS beserta mitra seperti TP PKK, FKM Unhas, USAID ERAT, penurunan paling tidak mencapai angka 16 persen.

“Prevalensi stunting di sulsel masih sangat tinggi sekal,” ucapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh OPD lingkup Pemprov Sulsel, akademisi, NGO, Forum CSR, serta organisasi mitra kerja terkait. USAID ERAT sebagai penyelenggara kegiatan berharap ada kepakatan rencana aksi yang akan menjadi bahan USAID ERAT.

USAID ERAT membantu memetakan langkah-langkah apa saja yang mempunyai daya ungkit yang tinggi untuk dilaksanakan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah27 April 2026 17:28
Peringatan Hari Otoda, Pemkab Pinrang Tegaskan Komitmen Layani Masyarakat
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Pemerintah Kabupaten Pinrang menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) ke-XXX Tahun 2026 di Halaman ...
Metro27 April 2026 16:29
Tangis Iringi Pelepasan Tautoto Tanaranggina, Sekda Sulsel: Kita Saksi Kebaikan Almarhum
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman bertindak sebagai pembina upacara pelepasan jenazah almar...
Politik27 April 2026 13:41
Di Hari Otda 2026, Kota Makassar Sabet Penghargaan Nasional Kinerja Pemerintahan Terbaik
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Pemerintah Kota Makassar, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Posisi sebagai salah satu d...
Ekonomi27 April 2026 13:39
Layanan Perbankan Hadir di Lapangan Merdeka, Bupati Bone Sasar UMKM
Pedomanrakyat.com, Bone – Pemerintah Kabupaten Bone menghadirkan layanan keuangan langsung di kawasan Lapangan Merdeka, Watampone, Rabu (22/4/20...