Pedomanrakyat.com, Makassar – Keterbatasan sarana persampahan menjadi salah satu keluhan warga Kelurahan Mappala, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Sulawesi Selatan, Andi Kadir Halid, berencana memperjuangkan bantuan tempat sampah dan motor pengangkut sampah melalui aspirasi APBD Sulsel 2027.
Hal itu disampaikan legislator Fraksi Golkar tersebut saat melaksanakan pengawasan APBD Sulsel di Jalan Tidung VII, Kelurahan Mappala, Minggu (11/10/2026).
Baca Juga :
Kegiatan itu dihadiri Lurah Mappala Nasria Nurfadillah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Dalam kesempatan tersebut, Nasria menyampaikan bahwa keterbatasan sarana persampahan masih menjadi kendala dalam menjangkau seluruh wilayah rukun warga (RW). Kondisi itu turut menyulitkan petugas kebersihan dalam menjalankan tugasnya.
“Khususnya di Kelurahan Mappala, kami tidak bosan-bosannya menyampaikan kendala terkait drainase dan sarana persampahan. Sarana persampahan kami untuk mencakup semua RW masih terbatas bagi satgas untuk menyasar wilayah,” ujarnya.
Nasria berharap persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui dukungan pemerintah, khususnya untuk meningkatkan ketersediaan sarana pengangkutan sampah.
Merespons aspirasi itu, Andi Kadir Halid mengatakan pihaknya akan mengusulkan bantuan tempat sampah bagi masyarakat Mappala. Selain itu, pengadaan motor Viar untuk mengangkut sampah juga akan diperjuangkan agar dapat masuk dalam program APBD Sulsel 2027.
“Untuk itu, kami akan memasukkan program ini menjadi aspirasi untuk tahun anggaran 2027. Termasuk permintaan Bu Lurah soal pengadaan motor Viar untuk pengangkut sampah. Insyaallah, dua program ini akan kami coba perjuangkan masuk dalam anggaran APBD Provinsi tahun 2027,” kata Kadir.
Ia menjelaskan, meskipun penanganan persampahan merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Makassar, dukungan melalui anggaran provinsi tetap memungkinkan untuk membantu kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, dukungan tersebut dapat diarahkan pada kebutuhan yang belum terakomodasi melalui program pemerintah kota, dengan mempertimbangkan kebijakan dan ketersediaan anggaran.
Selain sarana persampahan, Kadir juga menyebut bantuan beasiswa sebagai salah satu aspirasi yang akan diperjuangkan bagi masyarakat Kota Makassar.
Ia berharap aspirasi yang disampaikan warga dapat ditindaklanjuti melalui pembahasan program dan anggaran, sehingga kebutuhan masyarakat di tingkat kelurahan mendapat perhatian.

Komentar