Pilpres Portugal di Tengah Gelombang Covid-19 yang Parah

Jennaroka
Jennaroka

Minggu, 24 Januari 2021 20:32

Seorang pria yang mengenakan masker mempersiapkan keperluan untuk dimulainya pemungutan suara pemilihan presiden Portugal di Lisbon, Portugal, 24 Januari 2021. (Foto:TRTWORLD/Reuters)
Seorang pria yang mengenakan masker mempersiapkan keperluan untuk dimulainya pemungutan suara pemilihan presiden Portugal di Lisbon, Portugal, 24 Januari 2021. (Foto:TRTWORLD/Reuters)

Pedoman Rakyat, Lisbon – Rakyat Portugal akan memberikan suara dalam pemilihan presiden di tengah gelombang pandemi yang parah. Presiden terpilih mendapatkan masa jabatan lima tahun kedepan dan akan menghadapi tugas berat karena gelombang Covid-19 yang menghancurkan negara-negara Uni Eropa.

Kandidat petahana Marcelo Rebelo de Sousa, 72, dianggap sebagai calon terkuat di antara tujuh kandidat. Dia adalah seorang profesor hukum yang ramah dan mudah didekati. Dan mantan tokoh pertelevisian yang sebagai presiden secara konsisten memiliki peringkat ketersetujuan 60 persen atau lebih.

Rebelo de Sousa, mantan pemimpin Partai Sosial Demokrat kanan-tengah, merangkul kubu Sosialis minoritas kiri-tengah, mendukung upaya pandemi.

Dia juga membuat dirinya disayangi oleh orang Portugis dengan gayanya yang santai. Foto-fotonya di tempat umum banyak diambil orang secara rutin menjadi viral. Seperti foto satu tahun terakhir saat dia mengantre di supermarket mengenakan sepatu kets dan celana pendek.

Portugal memiliki 10,8 juta pemilih terdaftar, sekitar 1,5 juta di antaranya tinggal di luar negeri. Exit poll akan dipublikasikan pada Minggu malam, dengan sebagian besar hasil diharapkan pada tengah malam.

Untuk menang, seorang kandidat harus meraih lebih dari 50 persen suara. Tetapi lonjakan infeksi virus korona yang parah dalam beberapa hari terakhir dapat membuat jumlah pemilih rendah dan mungkin menyebabkan selisih antara dua kandidat teratas.

Portugal telah menambah tempat pemungutan suara dan mengizinkan pemungutan suara lebih awal untuk mengurangi kepadatan pada hari pemilihan.

Rekor Angka Pandemi Tertinggi

Portugal memiliki tingkat infeksi dan kematian harian baru tertinggi di dunia, menurut penghitungan oleh Universitas Johns Hopkins. Dan sistem kesehatan masyarakat berada di bawah tekanan besar.

Dengan negara yang terkunci, kampanye pemilihan tidak memperbolehkan demonstrasi mengibarkan bendera seperti biasa atau acara publik besar lainnya.

Namun pembatasan pergerakan dicabut untuk hari pemungutan suara. Para pemilih diminta membawa pulpen dan disinfektan sendiri ke TPS.

 Komentar

Berita Terbaru
KPK Duga Nurdin Abdullah Terima Suap untuk Bayar Utang Kampanye
Hukum/Kriminal02 Maret 2021 23:30
KPK Duga Nurdin Abdullah Terima Suap untuk Bayar Utang Kampanye
KPK menduga suap nurdin abdullah untuk bayar utang kampanye....
Tak Ada Pesta, Ultah Rusdi Masse Diisi dengan Pengajian
Daerah02 Maret 2021 23:01
Tak Ada Pesta, Ultah Rusdi Masse Diisi dengan Pengajian
ulang tahun rusdi masse bikin pengajian di pinrang....
Blusukan, Wabup Maros Suhartina Beli Kerajinan Tangan Hasil Home Industri Warga
Daerah02 Maret 2021 22:40
Blusukan, Wabup Maros Suhartina Beli Kerajinan Tangan Hasil Home Industri Warga
wakil bupati suhartina bohari blusukan. ...
Innalillah… Aktris Rina Gunawan Meninggal Dunia
Hiburan02 Maret 2021 21:59
Innalillah… Aktris Rina Gunawan Meninggal Dunia
aktris Rina Gunawan meninggal dunia....