Pj Wali Kota Makassar Tolak Komunikasi Tim Transisi, Legislator PKS: Sangat Arogan Sekali

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Kamis, 28 Januari 2021 16:54

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pj wali kota Makassar Rudy Djamaluddin
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pj wali kota Makassar Rudy Djamaluddin

Pedoman Rakyat, MakassarPj wali kota Makassar Rudy Djamaluddin mempertegas tolak melakukan komunikasi dengan tim transisi bentukan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar terpilih, Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi.

Sikap Rudy Djamaluddin ini pun menuai kritik dari DPRD Makassar. Anggota DPRD Kota Makassar dari Fraksi PKS, Azwar menilai sikap Pj Walikota terlihat begitu arogan menolak pertemuan dengan tim transisi jagoan Partai NasDem-Gerindra itu.

“Sangat arogan sekali. Harusnya sebagai Pj wali kota Makassar mampu menciptakan kondisi yang menyejukkan,” kata Azwar, usai rapat paripurna di DPRD Makassar, Kamis (28/1/2021).

Azwar kemudian menduga, pemprov Sulsel mendorong Rudy Djamaluddin sebagai penjabat wali kota Makassar kala itu untuk kepentingan kelompok tertentu. Bukan karena untuk masyarakat kota Makassar secara umum. “Maaf saja, patut dicurigai seperti itu,” Azwar menambahkan.

Asal diketahui, tim transisi pun dibentuk guna merumuskan langkah-langkah kongkrit yang sesuai dengan visi-misi dan program strategis Danny-Fatma. Termasuk penataan ulang sistem pemerintahan.

Komposisi Tim Transisi diisi oleh sejumlah figur berpengalaman di bidangnya masing-masing. Sebut saja mantan Pj Wali Kota Makassar Prof Yusran Yusuf, Guru Besar Tata Negara Unhas Prof Aminuddin Ilmar, tokoh koalisi keumatan Ustaz Iqbal Djalil, dan ahli tata ruang Naidah Naing.

Diberitakan sebelumnya, Pj Walikota Makassar Rudy Djamaluddin merasa tidak begitu penting melakukan komunikasi dengan Tim Transisi tersebut. Fokusnya sekarang ini adalah bekerja jelang masa jabatannya sebagai Penjabat sementara berakhir.

“Iya seperti yang saya bilang kemarin, kan tidak ada yang mendesak, karena toh ini kan sudah ditetapkan. Kewajiban saya, apa yang saya jalankan sudah pada batas akhir,” katanya usai divaksin kedua di Puskesmas Makkasau, Makassar, Kamis (28/1/2021).

Ia menyarankan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar bersama tim transisinya, fokus menjalankan program pembangunan yang telah disusun DPRD dan Pemkot Makassar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Yang penting poinnya itu adalah sebenarnya mereka mempersiapkan kalau sudah masuk apa yang mau dibikin, nah ini kan APBD sudah ada, kemudian jadi sudah siap rumusannya. Jadi kalau dia masuk sudah lalukan review, itu yang penting,” tambahnya.

Rudy kemudian mengusulkan, agar program Pemkot Makassar yang saat ini tidak sejalan dengan visi misi Danny-Fatma bisa diganti dan atau dihapuskan pada APBD-Perubahan nanti.

Sehingga, tak perlu lagi ada perbincangan bersama Danny dan Fatma untuk membahas program yang akan dijalankan Pemkot Makassar ke depan.

Penulis : Ariani

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah12 Februari 2026 10:26
12 Peserta Melaju ke Semi Final KTIQ MTQ XI Luwu Timur
Pedomanrakyat.com, Lutim – Cabang lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada Majelis 6 Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabup...
Metro12 Februari 2026 10:10
Komisi C DPRD Makassar: Penataan Kota Harus Jaga Kesejahteraan Warga
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Azwar Rasmin, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan penataan kota yang dica...
Politik12 Februari 2026 09:45
PSI: Soal Cawapres 2029, Kita Serahkan kepada Pak Prabowo
Pedomanrakyat.com, Jakarta — Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menyatakan, penentuan calon wakil presiden ...
Nasional12 Februari 2026 09:35
Wamenhut Tekankan Penguatan Tata Kelola Kehutanan Pusat-Daerah Menuju Indonesia Emas 2045
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menegaskan pentingnya penguatan tata kelola kehutanan yang akunta...