Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Umum Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), Willem Frans Ansanay, mendukung pernyataan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai operasi politik.
Willem menduga polemik ijazah Jokowi dan Gibran merupakan rangkaian manuver politik untuk menghambat langkah politik keduanya menjelang Pemilu 2029.
Ia bahkan menduga isu serupa bisa diarahkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga :
“Operasi politik pertama adalah ijazah Pak Jokowi, operasi politik kedua adalah ijazah Mas Gibran. Dugaan kami, operasi politik ketiga bisa saja mempermasalahkan ijazah Pak Prabowo,” kata Willem kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
Willem juga menilai polemik ijazah Gibran berpotensi berlanjut ke parlemen setelah upaya melalui Mahkamah Konstitusi (MK).

Komentar