Rektor IPB Minta Angka BPS Jadi Patokan Sebelum Putuskan Impor

Jennaroka
Jennaroka

Rabu, 10 Maret 2021 10:50

Rektor IPB Arif Satria.
Rektor IPB Arif Satria.

Pedoman Rakyat, Bogor – BPS merilis data potensi-potensi produksi pada bulan Januari sampai April 2021 kurang lebih sekitar 14 juta ton atau naik 26% dibandingkan dengan tahun 2020 dan rilis BPS potensi surplus pada bulan januari-April sekitar 4,8 juta ton artinya berdasarkan indikator-indikator itu, indikator produksi, konsumsi, apalagi melihat harga yang ada di lapangan cenderung menurun maka tidak ada alasan untuk kita impor beras.

Demikian diungkapkan Arif Satria, Rektor IPB di sela-sela rakor produksi beras di Bogor hari Minggu (8/3/2021). Arif menyebut stok beras cukup menurut BPS karena otoritas mengeluarkan data itu BPS.

“Kenapa tidak ada alasannya impor, saya kira tadi sudah jelas bahwa diprediksi stok cukup dan panen raya ini bisa memberikan surplus nah yang penting bagi kita adalah bagaimana kita mampu untuk melakukan penyerapan gabah dari petani. Saya kira ini langkah yang harus dilakukan dan sinergi antara Kementan, Bulog dan Kemendag dan berbagai instansi,” ujarnya.

Menurut Arif harus dilakukan transparansi dalam berbagai pengambilan keputusan berkaitan soal perdagangan produk pangan pokok. Hal ini penting karena begitu impor maka dampaknya akan serius terhadap harga dan akan berpengaruh ke petani.

“Menurut saya kita harus menghargai petani yang sudah susah paya berjerih payah dan bekerja keras memberikan kepada kita suplay pangan. Saya berharap berdasarkan data-data BPS itu memang sudah cukup stok kita. Nah justru yang menurut saya kita penting dorong tadi bagaimana kita harus meningkatkan serapan gabah dari para petani itu ini kita harus lakukan dengan masif sehingga stok pangan kita di lapangan benar-benar cukup,” sebutnya.

BPS mengatakan terjadi surplus beras 4,8 juta ton, dimana stok itu adanya itulah persoalan yang harus dipecahkan. Sebagian ada di bulog, sebagian ada di penggilingan, sebagian ada di masyarakat, sebagian juga ada di horeka.

“Saya kira soal data ini sekali lagi menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dipegang dan kita punya agenda untuk terus meningkatkan kesempurnaan akurasi data ini sehingga instansi yang ada di negara ini mengacu pada satu data oleh karena itu kalo ada isu-isu berkaitan dengan impor terus terang saya juga ingin menanyakan kira-kira dasarnya apa, kalo dasar dari BPS yang memiliki otoritas untuk mengeluarkan data sudah jelas tentang tidak perlunya impor,” pungkas Arif.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Oktober 2026 23:17
Hadir di Family Gathering 74 Tahun Kalla, Munafri Apresiasi Kontribusi bagi Pertumbuhan Ekonomi Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Kalla Group yang selama 74 tahun...
Metro24 Oktober 2026 22:25
Doa untuk Negeri dan Deklarari Pemuda Menggema di Penutupan Pekan Raya Pemuda Sulsel & Tudang Sipulung 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pekan Raya Pemuda Sulawesi Selatan dan Tudang Sipulung 2026 ditutup dengan doa bersama untuk negeri dan deklarasi ...
Metro24 Oktober 2026 21:01
Pekan Raya Pemuda Sulsel Berlangsung Sukses, Kadispora Suherman Usul Kegiatan Digelar 24 Kabupaten/Kota
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan, H. Suherman, mendorong Pekan Raya Pemuda Sulawesi Sel...
Ekonomi24 Oktober 2026 14:36
Temui Wamenkes RI, Bupati Ibas Amankan 90 Milliar Lebih Bantuan Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Lutim – Upaya memaksimalkan layanan kesehatan di Luwu Timur membuahkan hasil besar ketika Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam me...