Rudianto Lallo Puji Keteladanan Kapolri Hadapi Kritik: Harus Diteladani Semua Personel dari Level Mabes Polri Sampai Polsek

Muh Saddam
Muh Saddam

Selasa, 25 Februari 2025 17:06

Kapoksi Partai NasDem Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo.
Kapoksi Partai NasDem Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo.

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) Partai NasDem Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, memuji keteladanan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam menyikapi kritik yang ditujukan kepada institusinya.

“Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menunjukkan sikap arif dan bijaksana dalam menyikapi lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ karya Grup Band Sukatani. Lirik lagu tersebut berisi kritik yang sangat tajam terhadap polisi. Saya salut dengan sikap Kapolri,” ujar Rudianto melalui keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).

Legislator Partai NasDem dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan I (Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Kepulauan Selayar) itu, menilai keteladanan Kapolri perlu ditularkan kepada jajaran anggota Polri di seluruh level kepemimpinan.

“Sikap arif dan bijaksana Kapolri dalam menyikapi kritik harus jadi contoh, harus diteladani semua personel dan unit di Polri dari level Mabes Polri sampai level terendah di Polsek,” ungkap Rudianto.

Ia berpendapat kritik yang dimuat dalam lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ mestinya menjadi pengingat agar Polri berbenah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ia sependapat dengan Kapolri yang hendak menyematkan label duta Polri kepada Band Sukatani agar masyarakat tak khawatir dalam menyampaikan kritik terhadap institusi Polri.

“Pernyataan Kapolri bahwa Polri terbuka menerima kritik untuk evaluasi perbaikan Polri dan ingin menjadikan grup band itu sebagai juri atau duta untuk Polri, patut kita dukung bersama. Pernyataan ini jelas sekali merupakan bentuk dukungan Kapolri kepada Band Sukatani dalam berkarya,” tegasnya.

Kendati demikian, Rudianto menyayangkan sikap reaktif dari Polda Jawa Tengah melalui personel Subdit I Ditressiber yang meminta klarifikasi terhadap Band Sukatani.

Ia berharap Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri langsung melakukan pemeriksaan terhadap oknum personel Subdit I Ditressiber.

“Seharusnya Polda Jawa Tengah tidak serta merta bersikap represif. Apalagi diduga cenderung bersikap intimidatif kepada dua personel Band Sukatani, sehingga mereka minta maaf dan menarik lagu ‘Bayar Bayar Bayar’ dari semua platform. Bahkan, Novi Citra yang berprofesi sebagai guru dipecat dengan dugaan akibat ada surat dari pihak Polda Jawa Tengah ke pihak sekolah. Cara-cara represif dan intimidatif seperti ini tidak boleh lagi terulang,” paparnya.

“Semua oknum yang diduga terlibat melakukan intimidasi harus ditindak dan diberikan sanksi tegas. Proses pemeriksaannya juga harus transparan,” tegas Rudianto.

 Komentar

Berita Terbaru
Edukasi09 Oktober 2026 12:00
Sekolah Islam Athirah Buka PPDB 2027/2028, Siapkan 1.188 Kursi dan Diskon untuk 423 Pendaftar Pertama
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekolah Islam Athirah menyiapkan 1.188 kursi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2027/2028. Ju...
Daerah08 Oktober 2026 23:23
Bawa 314 Kontingen di Porprov XVIII, Bupati Syaharuddin Alrif Targetkan Sidrap Tembus 10 Besar
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan, Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) Sy...
Politik08 Oktober 2026 22:28
Bawaslu Sulsel Dorong Kampus Jadi Ruang Edukasi Politik dan Pengawasan Pemilu
Pedomanrakyt.com, Makassar – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Selatan memperkuat kerja sama dengan Fakultas Ushuluddin dan Filsa...
Metro08 Oktober 2026 21:24
Ashabul Kahfi Apresiasi Program MYP: Ini Sejarah, Pemprov Sulsel Bangun Jalan Beton setebal 40 cm
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan yang juga Anggota Komisi X DPR RI, Ashabul Kahfi, mengapresiasi program Multi Years...