Selain Korupsi, Ini Daftar Penyakit Lain Garuda Indonesia

Nhico
Nhico

Rabu, 12 Januari 2022 13:26

Ilustrasi Garuda Indonesia.(F-Int)
Ilustrasi Garuda Indonesia.(F-Int)

Pedoman Rakyat, Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkapkan, salah satu alasan membuat beban operasional Garuda Indonesia terus membengkak. Ini terjadi akibat perseroan terlalu banyak membeli atau menyewa pesawat dengan jenis yang berbeda-beda.

Banyaknya pesawat sewaan, secara otomatis membuat perawatannya (maintenance) pun berbeda-beda. Sehingga menyebabkan biaya perawatan jadi mahal.

Garuda Indonesia sempat beroperasi dengan 200 pesawat. Kemudian turun menjadi 142 pesawat. Setelah terpukul akibat pandemi, jumlahnya kian berkurang kini hanya beroperasi dengan 35 pesawat.

Di sisi lain, manajemen lama juga banyak menyewa pesawat dari para lessor dengan harga yang tinggi atau kemahalan dibandingkan harga rata-rata di pasaran.

“Jadi Garuda itu, lessor kita termahal mencapai 28 persen, sedangkan pesawat-pesawat maskapai lain itu 8 persen. Lalu Garuda banyak jenis pesawatnya, sehingga operasionalnya pun lebih mahal,” kata Menteri Erick, dalam wawancara di Sapa Indonesia Malam Kompas TV, Selasa (11/1) malam.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), kinerja keuangan Garuda hingga September 2021 lalu mencatatkan total pendapatan sebesar USD568 juta atau sekitar Rp 8,06 triliun (asumsi kurs Rp 14.200 per USD).

Sementara, total biaya operasional yang ditanggung Garuda hingga September 2021 lebih besar yakni mencapai USD1,29 miliar atau sekitar Rp 18,31 triliun.

Mantan Bos Inter Milan itu menambahkan, ada kebiasaan buruk Garuda Indonesia ketika membeli pesawat. Kebiasaan itu lah yang pada akhirnya berdampak pada krisis keuangan perusahaan.

Dia mengatakan, manajemen lama maskapai pelat merah tersebut suka membeli pesawat terlebih dahulu, tanpa menentukan rute penerbangan. Padahal, seharusnya perusahaan memetakan terlebih dahulu rute penerbangannya, baru membeli pesawat yang dibutuhkan sesuai dengan kondisi rute.

“Setelah kami dalami, banyak pembelian ini, hanya beli pesawat, bukan justru rutenya yang dipetakan lalu pesawatnya apa. Jadi ini malah pesawatnya dulu, baru rutenya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengakui, Perseroan saat itu memang mengasumsikan sebuah rute terlebih dahulu, kemudian baru menyediakan pesawat sebanyak-banyaknya, tanpa melihat demand.

Irfan pun menyadari pendekatan sebelumnya yang dilakukan Garuda Indonesia tidak mampu memberikan banyak keuntungan bagi Perseroan. Oleh karena itu, dia berharap dengan pendekatan baru ini rencana bisnis di tahun depan bisa dicapai.

“Pengalaman mengajarkan juga kepada kita, approach itu nggak terlalu tepat. Approach yang paling tepat adalah mengoperasikan pesawat di rute-rute yang profitable secara perlahan-lahan membuka rute-rute lain maupun meningkatkan preferensi. Jadi itu, kita berharap jumlahnya akan meningkat dibandingkan tahun ini” tuturnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 11:04
Atlet dan Pelatih Punya Keluhan? KONI Makassar Buka Saluran Pengaduan, Catat Nomornya!
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar membuka layanan pengaduan bagi atlet dan pelatih menjelang Pek...
Politik15 Oktober 2026 03:59
Tok! Mendagri Resmi Berhentikan Husniah Talenrang Tidak dengan Hormat sebagai Bupati Gowa
Pedomanrakyat.com, Gowa – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dikabarkan secara resmi mengeluarkan surat keputusan pemberhentian Husniah Talen...
Nasional14 Oktober 2026 23:23
Menhut Perkuat Operasi Darat-Udara di Tanjung Puting, Fokus Lindungi Zona Inti dari Karhutla
Pedomanrakyat.com, Kotawaringin Barat – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutl...
Metro14 Oktober 2026 22:20
Wagub Sulsel Fatmawati Rusdi Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat ke Lima Pulau
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi melepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang akan menjangkau...