Sentil ‘Amplop Kiai’, Yenny Wahid: Bukti Tak Kenal Budaya Ulama

Nhico
Nhico

Senin, 29 Agustus 2022 10:48

Sentil ‘Amplop Kiai’, Yenny Wahid: Bukti Tak Kenal Budaya Ulama

Pedomanrakyat.com, Jakarta – Putri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Zannuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid merespons polemik ‘amplop kiai’ yang belakangan muncul usai pernyataan Ketua Umm PPP Suharso Monoarfa.

Yenny menilai pernyataan tersebut muncul karena pejabat tersebut yang tidak paham budaya di lingkungan para ulama.

“Jadi, kalau kiai-kiai disebut terlibat dalam money politics, saya rasa itu karena enggak kenal budaya kiai dan ulama,” kata Yenny Wahid di Jakarta, Sabtu (27/8) dikutip dari Antara.

Yenny berpendapat bahwa kiai dan ulama itu justru lebih banyak memberi kepada masyarakat daripada menerima sesuatu dari masyarakat.

“Banyak orang yang datang sowan ke kiai untuk minta didoakan karena mereka percaya bahwa silaturahmi ke kiai akan mendatangkan keberkahan. Baik orang miskin maupun kaya, pejabat maupun orang biasa, semua diterima dan dihormati,” jelasnya.

Sebelumnya dalam pidato Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa menyinggung soal amplop kiai di acara PPP.

Suharso mengawali pidatonya dengan menceritakan pengalamannya saat menjadi Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP.

Dia mesti bertandang ke beberapa kiai pada pondok pesantren besar.

“Demi Allah dan rasulnya terjadi. Saya datang ke kiai dengan beberapa kawan, lalu saya pergi begitu saja. Ya, saya minta didoain, kemudian saya jalan. Tak lama kemudian, saya dikirimi pesan WhatsApp, ‘Pak Plt. tadi ninggalin apa nggak untuk kiai’, saya pikir ninggalin apa? Saya enggak merasa tertinggal sesuatu di sana,” ujar Suharso kala itu.

Setelah itu, Suharso diingatkan bahwa jika bertemu dengan kiai harus meninggalkan “tanda mata”.

“‘Kalau datang ke beliau-beliau itu mesti ada tanda mata yang ditinggalkan’. Wah, saya enggak bawa. Tanda matanya apa? Sarung? Peci? Alquran atau apa? ‘Kayak nggak ngerti aja Pak Harso ini’. Dan itu di mana-mana setiap ketemu, enggak bisa, bahkan sampai hari ini kalau kami ketemu di sana, kalau salamannya enggak ada amplopnya, itu pulangnya itu sesuatu yang hambar. Ini masalah nyata yang kita hadapi saat ini,” jelasnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro11 Februari 2026 16:34
Munafri-Aliyan Kompak Hadiri Peresmian Rebound Padel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Munafri Aliyah Mustika Ilham meresmikan Lapa...
Ekonomi11 Februari 2026 15:25
Aliyah Mustika Ilham Terima Audiensi HPFI Sulsel, Bahas Penguatan UMKM Florist
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi Himpunan Pengusaha Florist Indonesia (HPFI) Sulaw...
Ekonomi11 Februari 2026 15:08
Tanpa Kenaikan, Belanja ASN Maros 2026 Tetap di Kisaran Rp600 Miliar
Pedomanrakyat.com, Maros – Pemkab Maros mengalokasikan hampir Rp600 miliar untuk belanja pegawai pada 2026. Anggaran tersebut mencakup gaji dan ...
Metro11 Februari 2026 14:55
Pemprov Sulsel Kaji Pendekatan Fasilitasi Dialog Terkait Aspirasi Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) tengah melakukan kajian terhadap wacana pembentukan satuan k...