Setelah Dua Bulan, Jenazah Warga Maros dari Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air

Nhico
Nhico

Senin, 21 September 2026 08:54

Setelah Dua Bulan, Jenazah Warga Maros dari Armenia Akhirnya Tiba di Tanah Air

Pedomanrakyat.com, Maros — Jenazah warga Desa Moncongloe Lappara, Kecamatan Moncongloe, Valenth A Tamboto (24), akhirnya tiba di tanah air setelah sekitar dua bulan menjalani proses pemulangan dari Armenia.

Jenazah tiba di Terminal Cargo Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Minggu (21/9/2026) sekitar pukul 21.38 Wita. Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Penyerahan jenazah diwakili Bupati Maros Chaidir Syam, didampingi Kepala BP3MI Sulawesi Selatan Fanny Wahyu Kurniawan serta perwakilan Kementerian Luar Negeri yang turut mendampingi proses pemulangan.

Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan, pemulangan jenazah Valenth membutuhkan proses panjang karena berkaitan dengan pemeriksaan, identifikasi, serta proses hukum di Armenia.

“Ini sebuah perjuangan panjang. Ada beberapa hal yang sangat terbatas, terutama persoalan hubungan bilateral dengan lokasi kejadian di Armenia,” kata Chaidir.

Menurutnya, Pemkab Maros terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk membantu proses pemulangan. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Kementerian Luar Negeri, serta anggota DPR RI yang turut mengawal proses tersebut.

Sementara itu, adik almarhum, Arnold, mengaku lega jenazah kakaknya akhirnya dapat dipulangkan meski prosesnya memakan waktu cukup lama.

“Campur aduk, antara senang dan sedih. Keluarga sudah lama menunggu kabar ini, tetapi yang pulang bukan seseorang yang bisa tersenyum lagi, melainkan tinggal nama dan jenazah,” ujarnya.

Jenazah Valenth selanjutnya disemayamkan di Rumah Duka Rumah Sakit Grestelina Makassar sebelum dimakamkan di Pemakaman Kristen Pannara.

Kepala BP3MI Sulsel Fanny Wahyu Kurniawan mengatakan, pemerintah Indonesia tetap mengawal proses pemulangan melalui perwakilan RI di Armenia. Sementara terkait penyebab kematian dan perkembangan kasus, pemerintah masih menunggu informasi resmi dari aparat berwenang di Armenia.

“Karena peristiwa terjadi di Armenia, proses hukum terhadap kasus tersebut mengikuti hukum yang berlaku di negara itu. Namun, pemerintah Indonesia tetap memberikan pendampingan melalui perwakilan RI,” jelas Fanny.

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga08 November 2026 21:28
Borong 56 Emas, Makassar Makin Perkasa di Porprov Sulsel 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kontingen Kota Makassar menunjukkan performa gemilang pada hari kedua pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Su...
Metro08 November 2026 20:26
HUT ke-419 Makassar, Pemkot Hadirkan Pangan Murah, Jaga Daya Beli dan Perkuat Kebutuhan Pokok
Pedomanrakyat.com, Makassar – Menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap terpenuhi dengan harga terjangkau, menjad...
Metro08 November 2026 19:22
Fatmawati Rusdi: APBD Sulsel 2027 Prioritaskan Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sembilan fraksi DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyatakan menerima jawaban pemerintah dan sepakat melanjutkan pemb...
Olahraga08 November 2026 18:21
Sepak Takraw Putra Makassar Bungkam Tuan Rumah, Tiket Semifinal dalam Genggaman
Pedomanrakyat.com, Wajo – Tim sepak takraw putra Kota Makassar memastikan satu tempat di babak semifinal Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulaw...