Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra produksi telur nasional.
Hal ini ditandai dengan pelepasan 15 truk atau setara 92.000 rak telur ke berbagai daerah oleh Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan yang berlangsung di pelataran Monumen Ganggawa, Pangkajene, ini menjadi simbol kuat geliat sektor peternakan Sidrap yang terus tumbuh dan berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan nasional.
Baca Juga :
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Sidrap Andi Sugiarno, komedian Narji Cagur, para distributor telur, serta jajaran pejabat Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi kepada para peternak dan distributor yang selama ini konsisten menjaga produktivitas dan kualitas telur.
Menurutnya, pengiriman 15 truk telur sekaligus merupakan bukti konkret kekuatan sektor peternakan di daerah ini.
“Hari ini kita kirim telur dengan 15 mobil truk ke berbagai daerah. Ini menunjukkan bahwa Sidrap mampu menjadi daerah penopang kebutuhan pangan, khususnya telur, bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia,” ujar Syaharuddin.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar sektor peternakan semakin berkembang, berkelanjutan, dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Narji Cagur yang turut hadir mengaku kagum dengan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan. Ia menilai Sidrap memiliki potensi besar menjadi lumbung pangan dan energi terbarukan nasional.
“Sidrap punya peluang besar menjadi lumbung beras, lumbung telur, lumbung energi terbarukan, sekaligus lumbung penghafal Al-Qur’an. Ini bukan sekadar slogan, tapi sangat mungkin terwujud dengan potensi yang ada,” ungkap Narji.
Pada kesempatan tersebut, Bupati dan Wakil Bupati Sidrap juga meninjau kontes ayam ketawa, ayam khas Bugis yang menjadi kebanggaan masyarakat Sidrap, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan pengembangan potensi lokal.

Komentar