Studi: Rutin Berhubungan Seks Dapat Meningkatkan Umur Panjang

Editor
Editor

Selasa, 15 Desember 2020 12:06

Studi: Rutin Berhubungan Seks Dapat Meningkatkan Umur Panjang

Pedoman Rakyat, Jakarta – Bisa hidup lebih lama dan tetap sehat tentu harapan semua orang. Kebiasaan sehat menjadi salah satu cara untuk memiliki hidup lebih lama.

Nah, dilansir dari Times of India, tidak hanya kebiasaan sehat yang bisa meningkatkan umur, tapi seks dengan pasangan juga bisa menjadi faktor pendukung.

Seks penting bagi kita dalam lebih dari satu cara. Ini bukan hanya tentang kesenangan fisik, tetapi juga dapat membantu meningkatkan suasana hati, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah dan bahkan dapat meningkatkan umur panjang dengan mengurangi risiko penyakit jantung.

Beberapa bukti mengaitkan seks dengan umur panjang dan risiko rendah penyakit kronis.

Salah satu studi terbaik yang dilakukan hingga saat ini untuk menentukan efek seks teratur pada kesehatan menunjukkan bahwa seks dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan meningkatkan kualitas hidup.

Temuan dari New England Research Institute saat ini cukup signifikan karena kasus penyakit jantung berkembang di seluruh dunia dan telah menjadi penyebab kematian utama. Klaim ini didasarkan pada penelitian selama 22 tahun yang dilakukan terhadap 1.120 pria dan wanita di bawah usia 65 tahun.

Penemuan tersebut menunjukkan bahwa hubungan seksual secara teratur tidak hanya mengurangi risiko penyakit jantung tetapi juga mengurangi gejala yang tidak menyenangkan nantinya.

Kehidupan seks aktif juga meningkatkan kemungkinan bertahan hidup setelah serangan jantung.

Salah satu faktor terpenting dalam hubungan seks adalah frekuensi keintiman sebelum dan sesudah. Berhubungan seks setiap minggu dapat meningkatkan peluang bertahan hidup hingga 37 persen.

Ini bukanlah studi pertama yang menghubungkan seks dengan umur panjang.

Studi lain yang dilakukan beberapa tahun lalu, yang dilaporkan dalam American Journal of Cardiology juga menunjukkan bahwa pria dengan frekuensi aktivitas seksual yang rendah memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular terlepas dari disfungsi ereksi. (*)

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...