Stunting Jadi Perhatian Pj Gubernur Sulsel

Muh Saddam
Muh Saddam

Kamis, 14 September 2023 16:33

Stunting Jadi Perhatian Pj Gubernur Sulsel

Pedomanrakyat.com, Makassar – Upaya penanggulangan stunting menjadi fokus perhatian Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. Bahtiar Baharuddin, M.Si.

Hal ini disampaikan Bahtiar saat membuka Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (12/9/23).

Rapat koordinasi ini melibatkan seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan mitra kerja terkait. Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Shodiqin, SH, MM.

Serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Takalar, dr. Asriadi Ali, Sp.N, MAP.

Lebih lanjut disebutkan, percepatan penurunan stunting merupakan program prioritas pemerintah sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2020-2024. Target nasional pada tahun 2024, prevalensi stunting turun hingga 14 persen.

Hal ini selaras dengan program penanganan stunting dan gizi buruk yang menjadi program prioritas Bahtiar sebagai Pj Gubernur Sulsel.

Saat ini angka prevalensi stunting Sulsel berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022 mencapai 27,2 persen, turun 0,2 persen dari tahun 2021 yaitu 27,4 persen.

Bahtiar berharap seluruh pihak terlibat dalam penanganan stunting, termasuk relawan dan pihak swasta.

“Mengurus masalah stunting bukan hanya pemerintah saja. Pada akhirnya kekuatan masyarakat kita sinergikan termasuk swasta,” terang Bahtiar.

Lebih lanjut Bahtiar mengatakan mengatasi stunting tidak cukup dengan duduk rapat di kantor, namun perlu turun langsung kelapangan melihat kondisi masyarakat, dimana anak stunting tersebut berada, sehingga bisa diintervensi secara tepat bersama-sama.

“Memang suatu kesyukuran karena penanganan stunting dilakukan dengan baik di Sulsel,” ungkap Bahtiar.

Sementara, Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Drs.Andi Muhammad Arsjad, M.Si memuji kinerja Kabupaten Takalar dalam upaya percepatan penurunan stunting. Pasalnya, Kabupaten Takalar berhasil menurunkan angka stunting di tahun 2022.

Kabupaten Takalar tercatat sebagai daerah yang memiliki angka prevalensi stunting tinggi di Sulawesi Selatan, namun beberapa tahun terakhir mengalami trend penurunan yang cukup baik.

Berdasarkan data SSGI tahun 2022, prevalensi stunting Kabupaten Takalar berada pada angka 31,1 persen. Angka ini menurun jauh dibandingkan dengan tahun 2021 sebesar 34,7 persen.

Arsjad menyebutkan hal Ini tidak lepas dari inovasi yang dikembangkan oleh Kabupaten Takalar dengan membuat aplikasi Takalar Ayo Atasi Stunting.

Lewat aplikasi ini para pimpinan Daerah, OPD, dan TPPS dapat memantau kondisi anak stunting satu per satu, by name by adress.

Menanggapi pertemuan ini, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulwesi Selatan, Shodiqin mengatakan siap membangun koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten kota dalam mempercepat penurunan stunting di Sulawesi Selatan

“Terbitnya Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 mengamanatkan BKKBN sebagai Koordinator Percepatan Penurunan stunting Indonesia dimana sesuai amanat Bapak Presiden Kita menargetkan stunting dapat turun ke angka 14 persen tahun 2024” ujar Shodiqin

Ditambahkan pemerintah melalui BKKBN telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang KB untuk mendukung pelaksanaan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) khususnya upaya Percepatan Penurunan Stunting (PPS).

 Komentar

Berita Terbaru
Olahraga15 Oktober 2026 16:24
KONI Makassar Tantang Cricket Tambah Emas di Porprov 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pengurus Cabang Olahraga Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kota Makassar periode 2026-2030 resmi dilantik dalam ac...
Nasional15 Oktober 2026 15:50
Negara Tak Boleh Kalah! Kapolri Perintahkan Kapolda Buru Bandar Narkoba
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memerintahkan seluruh Kapolda memetakan kampung-kampung yang menjadi sarang pered...
Ekonomi15 Oktober 2026 15:44
Utang RI Makin Bengkak! Tembus Rp8.248 Triliun pada Agustus 2026
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia mencapai US$459,3 miliar atau sekitar Rp8.248 triliu...
Daerah15 Oktober 2026 15:29
Sidrap Jadi Kabupaten dengan Kemiskinan Terendah di Sulsel, Angkanya Turun Jadi 4,65 Persen
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mencatatkan penurunan angka kemiskinan yang signifikan. Pada tahun 2...