Tak Berdaya Cegah Pengesahan UU Cipta Kerja, Fadli Zon: Ada Konfigurasi Politik, Saya Mohon Maaf

Editor
Editor

Rabu, 07 Oktober 2020 06:04

Tak Berdaya Cegah Pengesahan UU Cipta Kerja, Fadli Zon: Ada Konfigurasi Politik, Saya Mohon Maaf

Pedoman Rakyat, Jakarta – Anggota Komisi I DPR RI Fadli Zon ikut mengkritik pengesahan UU Cipta Kerja. Sebagai anggota DPR, ia mengaku tak berdaya mencegah pengesahan tersebut.

“Sebagai anggota DPR, saya termasuk yang tak dapat mencegah disahkannya UU ini. Selain bukan anggota Baleg, saya pun termasuk yang terkejut adanya pemajuan jadwal sidang paripurna kemarin, sekaligus mempercepat masa reses. Ini bukan apologi, tapi realitas dari konfigurasi politik yang ada. Saya mohon maaf,” ungjap Fadli Zon dalam keterangannya, Rabu (7/10/2020).

Fadli Zon menyebut semangat UU Cipta Kerja ini baik. Namun, kata Fadli, dia sedari awal berpandangan pembahasan omnibus law Cipta Kerja tidak tepat-waktu dan tidak tepat-sasaran. Disebutnya tidak tepat waktu karena negara berada di tengah-tengah pandemi.

Prioritas utama mestinya isu kesehatan dan kemanusiaan seperti dinyatakan Presiden sendiri,” kata Fadli Zon.

Fadli Zon menyoroti tingkat kematian dokter Indonesia di masa pandemi Corona dan menurut dia pemerintah harusnya lebih memperhatikan sektor kesehatan. Selain itu, Fadli menilai omnibus law tidak tepat sasaran karena menurutnya ada beberapa isu yang memang mengusik rasa keadilan buruh.

“Misalnya, skema pesangon kepada pekerja yang di-PHK diubah dari sebelumnya 32 bulan upah, kini menjadi 25 bulan upah. Kemudian, penghapusan UMK (Upah Minimum Kabupaten) menjadi UMP (Upah Minimum Provinsi).

Padahal, menurut data lapangan, besaran UMP ini pada umumnya adalah di bawah UMK. Sehingga, alih-alih meningkatkan kesejahteraan buruh, omnibus law ini belum apa-apa sudah akan menurunkan kesejahteraan mereka,” sebut Fadli Zon.

“Selain itu, hak-hak pekerja yang sebelumnya dijamin, seperti hak istirahat panjang, uang penghargaan masa kerja, serta kesempatan untuk bekerja selama 5 hari dalam seminggu, kini tak ada lagi. Sehingga, secara umum, omnibus law ini memang tak memberi rasa keadilan, bukan hanya buat buruh, tapi juga buat masyarakat secara umum,” jelasnya. (adi)

 Komentar

Berita Terbaru
Metro25 Juni 2026 18:24
KONI Makassar Gandeng FIKK UNM, Pembinaan Atlet Kini Berbasis Sport Science
Pedomanrakyat.com, Makassar – KONI Kota Makassar resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Ma...
Metro25 Juni 2026 17:31
Wali Kota Munafri Jamu Delegasi 28 Negara Peserta IGS 2026, Menu Kuliner Khas Makassar di Atas Kapal Pinisi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelayaran senja di perairan Pantai Losari, saat Wali Kota Makassar,...
Metro25 Juni 2026 16:30
IGS 2026 Buka Jalan Sister City, Delapan Negara Jajaki Kerja Sama dengan Pemkot Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi kuliner dan budaya, tetapi juga memb...
Metro24 Juni 2026 23:24
Trans Sulsel Catat 1,15 Juta Penumpang dalam Setahun, Pengguna Transportasi Publik Terus Bertambah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Transportasi publik Andalan Trans Sulsel mencatat capaian positif sejak pengelolaannya diambil alih Pemerintah Pro...