Tegas Erdogan ke Joe Biden: Tangan Anda Berlumur Darah karena Dukung Israel

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Selasa, 18 Mei 2021 23:56

Recep Tayyip Erdogan-Joe Biden
Recep Tayyip Erdogan-Joe Biden

Pedoman Rakyat, Turki – Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengeluarkan pernyataan bernada keras yang ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Erdogan menyebut, tangan Joe Biden “berlumur darah karena mendukung Israel dalam konflik dengan Palestina di Jalur Gaza.

Selama beberapa bulan terakhir, Erdogan padahal berupaya memperbaiki hubungan dengan pihak Washington dan menjangkau sekutu Barat lain setelah berselisih keras selama setahun.

“Anda sedang menorehkan sejarah dengan tangan yang berlumuran darah. Anda memaksa kami untuk mengatakan ini. Kami tak bisa diam lagi mengenai hal ini,” tegas Erdogan dalam pidato yang disiarkan televisi secara local, pada Selasa (18/05/2021).

Seperti diberitakan sebelumnya, Presiden Joe Biden akan berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait kekerasan yang dilakukan Israel.

 

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional11 Februari 2026 12:55
Wujudkan Tata Kelola Mangrove, Kementerian Kehutanan Luncurkan Platform MANDARA
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Indonesia sebagai negara dengan ekosistem mangrove terbesar di dunia menghadapi tantangan besar dalam sinkronisasi ...
Metro11 Februari 2026 12:19
Wali Kota Munafri Tinjau Karya Inovasi Anak Muda Makassar Sulap Sampah Plastik Jadi BBM
Pedomanrakyat.com, Makassar — Karya inovasi anak muda Kota Makassar, kembali menunjukkan perannya dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarak...
Metro11 Februari 2026 12:14
Sekda Makassar Terima Kunjungan Bupati Sarolangun, Bahas Pengelolaan PAD hingga Kinerja ASN
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, menerima kunjungan kerja Bupati Sarolangun, Provinsi Jam...
International11 Februari 2026 11:24
8.000 Pasukan RI Bakal Dikirim ke Gaza untuk Misi Perdamaian
Pedomanrakyat.com, Gaza – Pemerintah Indonesia berencana mengirim sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza Palestina. Hal ini sedang dibahas unt...