Terbukti Coreng Kehormatan Penyelenggara, Ketua KPU Jeneponto Baharuddin Diberhentikan

Editor
Editor

Rabu, 04 November 2020 10:54

Terbukti Coreng Kehormatan Penyelenggara, Ketua KPU Jeneponto Baharuddin Diberhentikan

Pedoman Rakyat, Makassar – Ketua KPU Kabupaten Jeneponto Baharuddin Hafid, Sulsel, diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Rabu (4/11/2020).

Ketua KPU Jeneponto tersebut diberhentikan berdasarkan persidangan terakhir, siang tadi di Jakarta.

Dari laman resmi DKPP RI, putusan Baharuddin Hafid diberhentikan berdasarkan surat Nomor: 96-PKE-DKPP/IX/2020 dan Nomor: 104-PKE-DKPP/X/2020.

Anggota DKPP, Didik Supriyanto mengatakan dalam persidangan telah menemukan fakta jika Baharuddin Hafid sebagai ketua KPU Jeneponto terbukti melanggar sumpah janji.

Sebagaimana diketahui, teradu memberikan janji terhadap pengadu satu menambah suara hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 lalu dan menerima barang padahal sebagai petugas KPU harus menjaga integritas sebagai penyelenggara pemilu.

“Sikap yang dilakukan teradu telah mencoreng kehormatan dan martabat penyelenggara pemilu,” kata Anggota DKPP, Didik Supriyanto dalam persidangan tersebut. (dir)

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional01 Desember 2020 18:16
Rumah Mahfud Md di Pamekasan Madura Digeruduk Massa Berpakaian Busana Muslim
Tak hanya itu, terdengar seseorang dalam video yang menjelaskan jika video tersebut diambil di depan rumah Mahfud Md...
Politik01 Desember 2020 17:25
Tegas! Ketua Asosiasi RT/RW Se-Makassar Solid Dukung Danny-Fatma, Bukan yang “Omong Kosong”
Danny telah sukses menanam 'pondasi' terhadap keberadaan RT/RW saat memimpin Kota Makassar periode 2015-2019....
Politik01 Desember 2020 17:03
Emak-emak di Makassar Doakan Fatma Tegar Pasca Dilecehkan Pendukung Kandidat Lain
Sudah kelewatan sekali mi itu. Pelakunya mungkin tidak berpikir. Tidak punya kapang (mungkin) orang tua?...
Nasional01 Desember 2020 15:58
Bila Fadli Zon Masuk Kabinet Jokowi, Rocky Gerung: Terlalu Liar, Luhut Tak Bisa Kendalikan
Mungkin Jokowi beranggapan jangan Fadli Zon karena terlalu liar, bisa merambat ke semua bidang...