Ternyata Pejabat Imigrasi di Makassar yang Pakai Sabu karena Cekcok dengan Keluarga

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Rabu, 08 September 2021 02:04

Ternyata Pejabat Imigrasi di Makassar yang Pakai Sabu karena Cekcok dengan Keluarga

Pedoman Rakyat, Makassar – Alasan oknum pegawai Kemenkumham di Kota Makassar, yang ditangkap karena mengkonsumsi narkoba jenis sabu, mulai terungkap. Pegawai berinisial N yang menjabat kepala bagian imigrasi itu mengaku depresi karena masalah keluarga.

Pejabat itu ditangkap sekitar tanggal 23 Agustus di sebuah hotel di Makassar oleh Polda Sulsel. Saat ditangkap, Pejabat N itu hanya seorang diri di dalam kamar. Saat diperiksa, N mengaku memiliki masalah sehingga menggunakan sabu sebagai pelarian.

“Jadi begini, tidak ada indikasi pengedar, hanya mengalami gangguan rumah tangga, cekcok sama keluarga ya, sedikit depresi katanya. Ada tekanan dan lari ke narkoba,” terangnya.

Dalam penangkapan itu juga, polisi tidak menemukan sabu yang digunakan. Yang tersisa hanya alat sabu yang digunakannya. Seluruh sabu disebut telah habis dipakai oleh pelaku.

Penulis : reza

 Komentar

Berita Terbaru
Metro11 Februari 2026 16:34
Munafri-Aliyan Kompak Hadiri Peresmian Rebound Padel
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Makassar Munafri Aliyah Mustika Ilham meresmikan Lapa...
Ekonomi11 Februari 2026 15:25
Aliyah Mustika Ilham Terima Audiensi HPFI Sulsel, Bahas Penguatan UMKM Florist
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham menerima audiensi Himpunan Pengusaha Florist Indonesia (HPFI) Sulaw...
Ekonomi11 Februari 2026 15:08
Tanpa Kenaikan, Belanja ASN Maros 2026 Tetap di Kisaran Rp600 Miliar
Pedomanrakyat.com, Maros – Pemkab Maros mengalokasikan hampir Rp600 miliar untuk belanja pegawai pada 2026. Anggaran tersebut mencakup gaji dan ...
Metro11 Februari 2026 14:55
Pemprov Sulsel Kaji Pendekatan Fasilitasi Dialog Terkait Aspirasi Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) tengah melakukan kajian terhadap wacana pembentukan satuan k...