Tewaskan 60 Orang, PBB Kutuk Serangan Udara Koalisi Pimpinan Saudi di Yaman

Nhico
Nhico

Sabtu, 22 Januari 2022 16:05

Ilustrasi Serangan Pimpinan Saudi di Yaman. (F-Int)
Ilustrasi Serangan Pimpinan Saudi di Yaman. (F-Int)

Pedoman Rakyat, Makassar – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengutuk serangan udara oleh koalisi pimpinan Saudi di Yaman pada Jumat (22/1) yang menewaskan sedikitnya 60 orang di sebuah pusat penahanan di provinsi Saada yang dikuasai Houthi.

Seorang saksi mata mengatakan beberapa orang, termasuk migran Afrika, tewas dalam serangan itu. Juru bicara Guterres, Stephane Dujarric, mengatakan serangan udara mematikan di wilayah Yaman lainnya juga menewaskan anak-anak.

“Serangan udara terhadap fasilitas telekomunikasi di Hodeidah juga sangat mengganggu layanan internet vital di sebagian besar negara,” terang Dujarric dalam pernyataan.

“Sekretaris Jenderal menyerukan penyelidikan yang cepat, efektif dan transparan atas insiden-insiden ini untuk memastikan akuntabilitas,” lanjutnya.

Dujarric mengatakan Guterres mengingatkan semua pihak bahwa mereka berkewajiban untuk melindungi warga sipil dari bahaya yang ditimbulkan dari operasi militer.

“Semua pihak harus mengikuti prinsip-prinsip proporsionalitas dan kehati-hatian,” ujarnya. Dalam konferensi pers pekan lalu, Guterres mengatakan eskalasi ini harus dihentikan. Pada Jumat (22/1), Dewan Keamanan PBB mengutuk serangan Houthi yang menargetkan Uni Emirat Arab dan Arab Saudi.

Ditanya tentang serangan udara di Yaman pada Jumat (21/1), Duta Besar UEA untuk PBB Lana Nusseibeh mengatakan pendapatnya kepada wartawan.

“Koalisi berjanji untuk mematuhi hukum internasional dan merespons secara proporsional dalam semua operasi militernya,” terangnya.

Save the Children mengatakan bahwa tiga anak dilaporkan tewas di kota barat Hodeidah.

Koalisi militer yang dipimpin Saudi telah memerangi kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman sejak 2015.

Koalisi mengatakan laporan puluhan kematian pada Jumat (22/1) akan diselidiki “menggunakan proses independen yang disetujui secara internasional.”

Sementara itu, menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara dengan Menteri Luar Negeri Saudi Faisal bin Farhan al Saud pada Jumat (21/1) untuk menegaskan kembali komitmen AS untuk membantu Saudi meningkatkan pertahanan mereka dan menggarisbawahi “pentingnya menghindari korban sipil”.

Perang yang berkecamuk di Yaman telah menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa jutaan orang untuk mengungsi. Perang juga menyebabkan jutaan warga Yaman berada di ambang kelaparan.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...