Tingkatkan Kualitas Biji Kakao, Petani Diminta Implementasikan Metode Fermentasi

Nhico
Nhico

Senin, 21 Agustus 2023 22:24

Tingkatkan Kualitas Biji Kakao, Petani Diminta Implementasikan Metode Fermentasi

Pedomanrakyat.com, Jembrana – Guna meningkatkan kualitas produk biji kakao, petani kakao di Kabupaten Jembrana, Bali, diminta untuk mulai mengimplementasikan metode fermentasi dalam pengolahan biji kakao.

Metode fermentasi diyakini mampu menghasilkan biji kakao kering yang bermutu baik dan memiliki aroma, citarasa khas cokelat, serta warna yang mengkilap.

“Selama fermentasi terjadi penguraian senyawa polifenol, protein, dan gula oleh enzim yang ada akan dapat menghasilkan aroma, rasa, dan warna yang disukai,” kata Akademisi Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, di sela-sela sosialisasi budi daya kakao di Desa Asahduren, Jembrana, Bali, dikutip Senin, 21 Agustus 2023..

“Perubahan biokimia yang terjadi tergantung pada lama fermentasi yang dialami oleh biji dan jenis buah kakao,” tambah Ayu.
Sosialisasi dilakukan dengan serangkaian implementasi program Pemberdayaan Mitra Usaha Produk Unggulan Daerah kerja sama Universitas Warmadewa dengan Universitas Dhyana Pura.

Ayu Suardani menyampaikan fermentasi dimaksudkan untuk memudahkan melepas zat lendir dari permukaan kulit biji dan menghasilkan biji dengan mutu dan aroma yang baik. Tujuan lainnya untuk menghasilkan biji yang tahan terhadap hama dan jamur, selama penyimpanan dan menghasilkan biji dengan warna yang cerah dan bersih.

Ayu Suardani yang juga merupakan Kepala Prodi Ilmu dan Teknologi Pangan FP-Unwar mengungkapkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan fermentasi adalah wadah fermentasi, waktu, aerasi, pembalikan, aktivitas mikroba, dan penguraian kandungan pulp. Penguraian kandungan pulp ditentukan dengan lamanya pemeraman buah kakao setelah dipetik.

Ia menambahkan manfaat fermentasi bagi masyarakat yakni petani bisa menghasilkan biji kakao yang berkualitas yang sesuai standar, dengan harga kering berlipat mencapai Rp55 ribu per kg, sedangkan biji kakao yang tidak difermentasi hanya dihargai Rp25 ribu hingga Rp28 ribu per kg.

Sesuai dengan Peraturan Daerah Kabupaten Jembrana Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Jembrana Tahun 2021-2026, dinyatakan potensi pertanian, tiga produk unggulan Kabupaten Jembrana antara lain kakao, porang, dan padi.

Hasil produksi kakao mencapai 3.008,96 ton per tahun, hasil produksi porang sebagai tanaman yang dinilai saat ini memiliki potensi yang tinggi baru mencapai 2.600 kg per tahun, serta hasil produksi padi mencapai 68.366,39 ton per tahun.

Proyek Prioritas Nasional untuk Kabupaten Jembrana adalah pengembangan komoditas unggulan kakao seluas 109,27 hektare dengan total indikasi pendanaan Rp8,55 miliar melalui program peningkatan produksi komoditas perkebunan berkelanjutan oleh Kementerian Pertanian.

 Komentar

Berita Terbaru
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...
Politik31 Agustus 2026 08:46
Pangkep Sukses Jadi Tuan Rumah MTQ KORPRI Nasional VIII, Ketua DPRD Haris Gani Beri Apresiasi
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Ketua DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Haris Gani mengapresiasi suksesnya pelaksanaan MTQ KORPRI N...
Ekonomi31 Agustus 2026 07:37
Sukses Gelar Penutupan MTQ KORPRI Nasional, Pemkab Pangkep Perkenalkan Potensi Daerah
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menunjukkan komitmennya memberikan pelayanan terbaik dalam ...
Metro31 Agustus 2026 07:30
Kembali ke Kampung Halaman, Heriwawan Jalan Sehat Bareng 1.000 Warga Tellulimpoe Sinjai
Pedomanrakyat.com, Sinjai – Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Heriwawan, kembali ke kampung halamannya di Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Sinjai, ...