Triwulan I 2021, Geliat Perekonomian Indonesia Tunjukkan Sinyal Positif

Jennaroka
Jennaroka

Sabtu, 01 Mei 2021 14:31

Triwulan I 2021, Geliat Perekonomian Indonesia Tunjukkan Sinyal Positif 

Pedoman Rakyat, Jakarta – Pada triwulan pertama tahun 2021, berbagai indikator menunjukkan sinyal positif pemulihan ekonomi yang harus dijaga kelangsungannya, seperti tingkat konsumsi masyarakat yang terus membaik, aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha yang terus meningkat, serta ekspor yang tumbuh semakin kuat.

APBN bergerak sangat dinamis di masa pandemi untuk merespon pandemi Covid 19 dengan kunci utama yaitu mengedepankan keseimbangan antara penguatan countercyclical dengan pengendalian risiko. Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dalam APBN menjadi sangat krusial dalam menjaga konsumsi masyarakat dan keberlangsungan aktivitas usaha.

Melalui berbagai peran APBN, program PEN dan kebijakan ekonomi dalam negeri yang akomodatif, pemulihan ekonomi Indonesia tahun 2021 diharapkan di sekitar 4,5% hingga 5,3%. Perekonomian global yang membaik juga akan menjadi boost terhadap confidence di dalam negeri.

“Harapannya ke depan pengelolaan fiskal kita harus kita jaga agar lebih solid, risikonya terkendali dan lebih berdaya tahan untuk meredam uncertainty tadi. Tapi di sisi lain juga harus memberikan stimulus terhadap perekonomian,” kata Analis Kebijakan Madya Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Wahyu Utomo, seperti dilansir website Kementerian Keuangan RI.

Analis Ahli Muda BKF Anggi Novianti menambahkan, pemulihan ekonomi yang solid hanya akan tercapai jika pandeminya bisa terkendali dan Indonesia harus mampu menjaga momentum pemulihan ini.

“Penanganan pandemi itu seperti layer keju Swiss. Tidak bisa hanya satu tools, masih ada celahnya. Kalau vaksinasi bersama dengan 3T (testing, tracing, treatment) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak) ini akan saling menutupi dan pandemi bisa terkendali,” kata Anggi dalam Talkshow Tinjauan Ekonomi, Keuangan dan Fiskal secara daring pada Rabu lalu.

Lebih lanjut, Peneliti Muda BKF Bondi Arifin menyampaikan pemerintah akan terus berupaya untuk mewujudkan percepatan realisasi PEN di sektor kesehatan yang terdiri dari insentif tenaga kesehatan (Nakes) pusat dan daerah, belanja penanganan Covid 19, gugus tugas penanganan Covid 19, santunan kematian Nakes, bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan insentif perpajakan kesehatan.

Sebagai informasi, Tinjauan Ekonomi Keuangan dan Kebijakan Fiskal (TEKF) merupakan tinjauan triwulanan yang diterbitkan Badan Kebijakan Fiskal sebagai media informasi ke masyarakat terkait perkembangan ekonomi makro, sektor keuangan, dan kebijakan fiskal di Indonesia. TEKF edisi I Tahun 2021 ini mengambil tema “Menjaga Optimisme Pemulihan Ekonomi” dan menghadirkan ulasan khusus yaitu Evaluasi Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2020.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro15 Mei 2021 22:38
Sanusi Baco Meninggal Sakit Perut, Hadis Nabi Menyebut Tergolong Mati Syahid
Sanusi Baco Meninggal Sakit Perut, Hadis Nabi Menyebut Tergolong Mati Syahid...
Metro15 Mei 2021 22:25
Jenazah AGH Sanusi Baco Akan Disalatkan di Masjid Raya Makassar, Dimakamkan di Maros
Jenazah AGH Sanusi Baco Disalatkan di Masjid Raya Makassar, Dimakamkan di Maros ...
Metro15 Mei 2021 22:14
Ucapan Duka Jaringan Gusdurian: AGH Sanusi Baco adalah Sahabat Gus Dur
Ucapan Duka Jaringan Gusdurian: AGH Sanusi Baco adalah Sahabat Gus Dur...
Metro15 Mei 2021 21:50
AGH Sanusi Baco Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat
AGH Sanusi Baco Meninggal Dunia, Rumah Duka Dipenuhi Pelayat...