Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menerima audiensi para pemuda kreatif dari CV Artifisial Karya Mandiri di Balai Kota Makassar, Selasa (7/10/2025). Mereka datang untuk menyampaikan rencana perhelatan event Localistic Trade Fest.
Event yang akan digelar pada 11–12 Oktober 2025 tersebut menghadirkan akan seminar dan workshop dengan sejumlah narasumber hingga diskusi untuk memperkuat daya saing UMKM Makassar, khususnya melalui pengembangan packaging brand.
Baca Juga :
Direktur CV Artifisial Karya Mandiri, Nibraas Dewa, menuturkan bahwa pihaknya sejak 2018 aktif mendorong gerakan kolektif untuk UMKM, mulai membawa produk Sulsel ke ajang nasional hingga membina UMKM lokal.
“Fokus kegiatan kami adalah mengedukasi agar UMKM Makassar bisa membangun brand development,” ujarnya.
Munafri menyambut baik inisiatif tersebut dan menegaskan bahwa branding produk lokal tidak cukup hanya mengandalkan rasa, tetapi harus dibangun di atas narasi historis yang kuat. Ia pun mendorong Pemuda CV Artifisial Karya Mandiri menerapkan strategi tersebut dalam mengembangkan maupun mengedukasi UMKM.
“Kita punya produk dengan kualitas rasa yang baik, tapi yang sering kurang adalah cerita. Narasi ini yang membuat produk bisa punya identitas dan menarik daya beli masyarakat,” tegas Munafri.
Ia menegaskan bahwa narasi historis adalah pondasi utama dalam membangun branding Makassar. Ia yakin anak muda mampu memainkan peran besar dalam menghidupkan cerita itu.
Namun demikian, branding tersebut bukan sesuatu yang muncul dari narasi pengembangan. Tapi harus dibangun dari sejarah, dari budaya, dari identitas lokal.
Ia mencontohkan bagaimana daerah lain bisa menciptakan daya beli pengunjung luar kota karena berhasil mengaitkan produknya dengan identitas kultural sehingga menjadi ikon.
“Kalau orang ke Surabaya pulang bawa lapis ambon. Nah, kalau orang ke Makassar, apa yang bisa mereka bawa pulang? Kita harus punya produk khas yang didukung dengan cerita historis, bukan sekadar rasa atau kemasan,” pungkasnya.
Munafri lantas menyampaikan bahwa anak muda memiliki posisi strategis untuk membangun narasi historis itu. Generasi muda disebut lebih adaptif dan kreatif dalam mengemas cerita lokal agar relevan dengan pasar.
Mereka bisa menghubungkan sejarah, budaya, dan identitas dengan cara yang dekat di telinga masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya memahami soal riset dan pemetaan pasar sebelum menetapkan produk unggulan daerah.
“Jangan hanya mengikuti preferensi individual kita. Kita harus tahu pasar butuh apa, lalu membangun produk dengan narasi yang tepat. Itu akan membuat produk UMKM kita naik kelas,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Munafri meminta para pemuda memanfaatkan inkubator UMKM yang telah memproduksi berbagai oleh-oleh khas kota Makassar untuk diangkat sebagai ikon produk buah tangan khas Makassar.
Lebih jauh munafri menginstruksikan agar Dinas PTSP dan Dukcapil juga membuka booth pelayanan di lokasi Localistic Trade Fest untuk mendekatkan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat yang berkecimpung di sektor UMKM.
“Dengan begitu, event ini bukan sekadar pameran, tapi juga ruang pelayanan dan edukasi masyarakat,” katanya.

Komentar