Waspada! Awal Tahun 2021 Indonesia Diterjang 197 Bencana Alam

Jennaroka
Jennaroka

Minggu, 24 Januari 2021 19:22

Bencana banjir mengancam di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi. (Foto: twitter BNPB).
Bencana banjir mengancam di tengah kondisi curah hujan yang masih tinggi. (Foto: twitter BNPB).

Pedoman Rakyat, Jakarta – Tingkatkan kewaspadaan anda! Terutama di saat-saat curah hujan masih tinggi di beberapa daerah se Indonesia. Ancaman bencana alam masih menjadi momok.

Hingga pekan ketiga Januari 2021, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 197 bencana telah terjadi.

Dikutip dari keterangan resmi BNPB di laman Twitter, Minggu 24 Januari 2021, bencana hidrometeorologi masih mendominasi jumlah bencana hingga minggu keempat Januari tahun ini.

Bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor dan puting beliung mendominasi kejadian bencana. Catatan BNPB, sebanyak 134 kejadian banjir terjadi di beberapa wilayah Tanah Air, sedangkan tanah longsor 31 dan puting beliung 24 kejadian.

Kejadian bencana lain yang tercatat yaitu gelombang pasang dan abrasi 5 kejadian dan gempa bumi 3 kejadian. Dari sejumlah kejadian, meskipun banjir paling sering terjadi, gempa bumi paling banyak mengakibatkan korban jiwa hingga kini.

Serangkaian bencana di awal 2021 menyebabkan 184 orang meninggal, lebih dari 2.777 orang mengalami luka-luka. Lalu sebanyak 9 orang dinyatakan hilang dan mereka yang menderita serta mengungsi mencapai 1,9 juta orang.

Total kerusakan rumah berjumlah 1.902 unit dengan tingkat yang berbeda. BNPB mencatat rumah rusak berat 153 unit, rusak sedang 54 dan rusak ringan 1.695. Dari rumah rusak, jumlah kerusakan akibat gempa bumi, khususnya yang terjadi di Sulawesi Barat, masih dalam proses pendataan di lapangan.

Infografis sebaran bencana alam sejak 1 Januari hingga hari ini. (Infografis: twitter BNPB).

Sementara itu, perkembangan terkini dampak gempa bumi magnitudo 6,2 di Sulawesi Barat per 23 Januari 2021, tercatat korban meninggal berjumlah 91 jiwa, hilang 3, luka berat 253, luka ringan 679, luka sedang 240. Warga yang mengungsi berjumlah 9.910 jiwa.

Di Kabupaten Mamuju teridentifikasi sementara 5 titik pengungsian, seperti di Jalu 2, Stadion Mamuju, Gerbang Kota Mamuju, Tapalang dan Kantor Bupati. Sedangkan di Kabupaten Majene, 2 titik teridentifikasi yaitu di SPN Malunda dan Desa Sulet Malunda.

Pascagempa, upaya penanganan darurat masih berlangsung hingga hari ini. Gubernur Sulawesi Barat memperpanjang status Tanggap Darurat Bencana Gempa bumi selama sepekan, terhitung dari 28 Januari hingga 4 Februari 2021.

Penulis : Ariani

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 17:31
Pemkot Makassar Siaga Fenomena Godzilla El Nino, Siagakan 7 Posko Backup Air Bersih
Pedomanrakyat.com, Makassar – Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) meningkatkan status kesiaps...
Politik17 April 2026 16:31
PPP Sulsel Siapkan Muscab Serentak, Cari Pemimpin yang Mampu Hidupkan Mesin Partai
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan bersiap menggelar musyawarah cabang (...
Politik17 April 2026 15:48
Gubernur Sulsel Ungkap Perkembangan Preservasi Jalan Ruas Makassar-Gowa dan Takalar Capai 26 Persen
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, membeberkan update progres pelaksanaan program Multiyears Pro...
Ekonomi17 April 2026 15:33
Gak Perlu Jauh! Semua Kebutuhan Haji, Umrah dan Oleh-oleh Khas Timur Tengah Kini Hadir di Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, dan oleh-oleh khas Timur Tengah terbesar di Indonesia, resmi membuka ca...