WoW! Rp515 Miliar Indikasi Kerugian Negara di Kasus Dugaan Korupsi Satelit Kemenhan

Nhico
Nhico

Senin, 14 Februari 2022 20:16

Kejagung. (F-INT)
Kejagung. (F-INT)

Pedomanrakyat.com, Jakarta – (Kejagung) memaparkan temuan sementara terkait dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° Bujur Timur (BT) pada Kementerian Pertahanan (Kemenhan) periode 2015 sampai 2021. Dalam perkara tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp 515 miliar.

“Ada indikasi kerugian negara karena dalam sewa tersebut. Sudah kita keluarkan sejumlah uang yang nilainya Rp 515 miliar. Untuk sementara ini yang kita temukan,” kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung Febrie Adriansyah saat konferensi pers secara virtual, Senin (14/2/2022).

Febrie tidak memerinci perihal indikasi kerugian tersebut. Hanya saja, dia memaparkan pada pagi tadi sudah dilaksanakan gelar perkara terkait kasus tersebut. Turut hadir dalam gelar perkara yakni jajaran Jampidsus, tim penyidik Jampidmil, jajaran Pusat Polisi Militer (POM) TNI, Badan Pembinaan Hukum (Babinkum) TNI, serta dari Kemenhan.

Dari gelar perkara tersebut, diperoleh kesimpulan adanya keterlibatan pihak sipil dan oknum TNI dalam perkara tersebut. Atas dasar itu, para pihak yang ikut gelar perkara kemudian mengusulkan kepada Jaksa Agung ST Burhanuddin untuk agar perkara tersebut ditangani secara koneksitas.

“Oleh karena itu, kita usul ke pak Jaksa Agung agar ditangani koneksitas. Selanjutnya, telah disetujui maka tindak lanjut koneksitas tersebut akan dilakukan oleh pak Jampidmil,” tutur Febrie.

Diketahui, gelar perkara terkait dugaan korupsi tersebut menemukan adanya keterlibatan dari TNI dan juga sipil. Atas dasar itu, Kejagung akan melakukan penyidikan bersama dengan untuk mengusut perkara tersebut

“Sehingga, para peserta dalam gelar perkara sepakat untuk mengusulkan penanganan perkara ini ditangani secara koneksitas,” ungkap Burhanuddin sebelumnya.

Burhanuddin menginstruksikan Jampidmil untuk berkoordinasi dengan POM TNI dan Babinkum TNI dalam membentuk tim penyidik koneksitas untuk mengusut dugaan perkara korupsi tersebut. Dia berharap tim tersebut dapat segera menetapkan tersangka.

“Diharapkan tim penyidik koneksitas segera dapat menetapkan tersangka,” tutur Burhanuddin.

Dugaan terjadinya tindak pidana korupsi bermula saat Kemenhan menjalankan proyek pengadaan Satelit Slot Orbit 123° BT. Proyek itu merupakan bagian dari Program Satkomhan (Satelit Komunikasi Pertahanan) di Kemenhan antara lain seperti pengadaan satelit Satkomhan MSS (Mobile Satellite Service) dan Ground Segment beserta pendukungnya.

Namun demikian, ada perbuatan melawan hukum dalam proses implementasi proyek tersebut.

“Ketika proyek ini dilaksanakan, tidak direncanakan dengan baik, bahkan saat kontrak dilakukan, anggaran belum tersedia dalam DIPA Kementerian Pertahanan Tahun 2015,” kata Febrie dalam keterangannya, Jumat (14/1/2022).

Febrie juga menemukan adanya ada penyewaan satelit dari Avanti Communication Limited yang sebetulnya tidak perlu. Namun, satelit tersebut tetap disewa, sehingga diduga telah terjadi perbuatan melawan hukum.

Adapun satelit yang disewa ternyata tidak dapat berfungsi serta spesifikasinya tidak sesuai. Atas dasar itu, berdasarkan hasil diskusi dengan para auditor, kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai Rp 500 miliar.

 Komentar

Berita Terbaru
Ekonomi17 April 2026 11:48
Bursa Sajadah Hadir di Makassar, Mudahkan Warga Siapkan Kebutuhan Ibadah
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kabar baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar. Bursa Sajadah, pusat perlengkapan haji, umrah, d...
Metro17 April 2026 08:02
Respon Rekomendasi DPRD, RSUD Haji Makassar Fokus Benahi Layanan Publik
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Provinsi Sulawesi Selatan memberikan apresiasi terhadap kinerja RSUD Haji Makassar dalam pembahasan...
Metro16 April 2026 23:24
Pendekatan Humanis Berbuah Hasil, PKL di BTP Bongkar Lapak Mandiri
Pedomanrakyat.com, Makassar – Penertiban puluhan lapak pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang poros BTP, Kecamatan Tamalanrea, Kamis (16/4/2026),...
Metro16 April 2026 23:03
Bahas LKPJ hingga Larut Malam, Komisi E Tegaskan Kesehatan Masyarakat Tak Boleh Dikompromi
Pedomanrakyat.com, Makassar – Komisi E DPRD Sulawesi Selatan menggelar rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Sulsel...