Andi Suhada Sappaile Minta Peran Aktif Pemerintah Terkait Pendidikan

Editor
Editor

Selasa, 10 November 2020 15:23

Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile
Wakil Ketua DPRD Makassar, Andi Suhada Sappaile

Pedoman Rakyat, Makassar – Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Andi Suhada Sappaile menggelar kegiatan sosialisasi peraturan daerah (Perda) nomor 1 tahun 2019 tentang penyelenggaraan pendidikan di Hotel Asyra, Selasa (10/11/2020).

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber. Mereka masing-masing, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Makassar Amelia Malik dan Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Ahmad Hidayat.

Kata Suhada—sapaan akrabnya, kualitas pendidikan merupakan kewajiban negara sehingga, peran serta pemerintah untuk aktif mewujudkan penyelenggaraan pendidikan berkualitas, terutama di Kota Makassar.

“Negara atau pemerintah wajib ikut serta dalam masalah pendidikan. Tujuannya, melahirkan generasi yang berwawasan luas,” jelas Andi Suhada Sappaile.

Apalagi, kata Ketua PDIP Kota Makassar ini, situasi pandemi menyebabkan sekolah tatap muka dihentikan dan diganti pembelajaran daring. Olehnya itu, pemerintah mesti memberikan solusi agar proses pembelajaran tetap berlangsung.

“Kita tahu sekarang masa pandemi dan sekolah dilakukan secara virtual. Makanya, kita berharap pandemi ini segera berakhir sehingga sistem pembelajaran kembali normal,” katanya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan, Amelia Malik yang juga narasumber Sosialiasasi Perda nomor 1 tahun 2019 menyampaikan, pendidikan harus terus berjalan meski ditengah pandemi. Metode pembelajaran diubah melalui daring.

Untuk aktivitas di Sekolah. Wajib menerapkan protokol kesehatan. Sebab, itu menjadi kewajiban yang mesti diikuti dan menjadi kebijakan pemerintah di seluruh daerah.

“Sekolah harus menyediakan fasilitas yang diperlukan terkait kebijakan pemerintah mengenai protokol kesehatan,” ujarnya.

Sambung Lia—sapaan akrabnya, pihak sekolah wajib menyemprot disinfektan setiap, kemudian menyiapkan fasilitas cuci tangan dan menjaga jarak. Jika telah mendapat izin sekolah tatap muka, maka jam belajar diatur agar tidak terjadi pengumpulan orang banyak.

“Jadi, kalau tatap muka dibolehkan, sekolah harus mengatur penerapan protokol kesehatan tetap dilakukan. Agar potensi penyebaran tidak terjadi,” paparnya. (*)

 

 Komentar

Berita Terbaru
Tiga Hari Berturut-turut, Polsek Biringkanaya Disibukkan Penemuan Mayat
Hukum/Kriminal23 Januari 2021 20:09
Tiga Hari Berturut-turut, Polsek Biringkanaya Disibukkan Penemuan Mayat
Pedoman Rakyat, Makassar – Tiga hari berturut-turut aparat kepolisian di wilayah hukum Biringkanaya, Makassar, disibukkan dengan laporan penemua...
Uang Beredar Per Desember 2020 Rp6.900 Triliun, Dipicu Pilkada Serentak?
Ekonomi23 Januari 2021 19:43
Uang Beredar Per Desember 2020 Rp6.900 Triliun, Dipicu Pilkada Serentak?
Pedoman Rakyat, Jakarta – Likuiditas perekonomian alias perputaran uang per Desember 2020 tercatat Rp6.900 triliun. Dimana seperti diketahui, be...
Kado Ultah Megawati dan Partai, PDIP Sulsel Tanam 48 Ribu Pohon
Politik23 Januari 2021 18:11
Kado Ultah Megawati dan Partai, PDIP Sulsel Tanam 48 Ribu Pohon
Pedoman Rakyat, Makassar – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Sulawesi Selatan (Sulsel) menanam 48 ribu pohon secara serentak. Penanam...
Resmi, Milan Pinjam Tomori dari Chelsea
Olahraga23 Januari 2021 16:47
Resmi, Milan Pinjam Tomori dari Chelsea
Pedoman Rakyat, Milan – Fikayo Tomori resmi menjadi bagian dari AC Milan. Bek Chelsea itu direkrut dengan status pinjaman hingga akhir musim. De...