Awas, Pengguna Pelat Nomor Palsu Bisa Kena Tilang Elektronik

Nhico
Nhico

Senin, 30 Oktober 2023 09:57

Awas, Pengguna Pelat Nomor Palsu Bisa Kena Tilang Elektronik

Pedomanrakyat.com, -Penggunaan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB), alias pelat nomor palsu makin marak belakang ini.

Biasanya penggunaan pelat nomor palsu dipakai untuk menghindari tilang ataupun aturan ganjil genap.

Padahal, penggunaan pelat nomor palsu merupakan tindakan pelanggaran hukum dan dijerat sesuai Undang-Undang (UU) yang berlaku.

Menyikapi hal ini, kepolisian terus melakukan upaya untuk menindak pelaku pengguna pelat palsu.

Direktur Penegak Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Aan Suhanan mengatakan, pengguna pelat palsu dapat ditindak menggunakan sistem tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

“Kita juga sedang terus membangun ETLE ini mudah-mudahan di tahun depan bisa diterapkan. ETLE ini nanti akan kita support dengan face recognition untuk mengantisipasi ketika menggunakan pelat nomor palsu, kita akan tahu siapa pengemudinya,” kata Aan, dikutip dari NTMC Polri, Senin (30/10/2023).

Selain itu, Aan mengimbau kepada seluruh masyarakat tidak menggunakan jasa pembuatan pelat nomor di pinggir jalan. Alasannya karea tidak cocok dengan ketentuan yang sudah dikeluarkan oleh Polri.

“Kami mengimbau terutama kepada para calon pembuat ada beberapa kriteria, kalau memang pelatnya hilang atau lepas silahkan daftar lagi ke Samsat untuk minta penggantian bahwa STNK-nya, BPKB-nya, kalau BPKB-nya masih di leasing buat keterangan dari leasing silahkan daftar ke Samsat minta TNKB pengganti jangan ke para pencetak yang ada di pinggir jalan,” ujar Aan.

“Kita dengan tertib, TNKB itu akan menjadikan tertib data, dengan tertib data, data itu bisa kita evaluasi bisa kita sharing kemana-mana, untuk kepentingan yang lebih banyak lagi,” lanjutnya.

Sebagai informasi, pemilik kendaraan yang terbukti memalsukan pelat nomor akan diberikan penindakan tegas hingga ancaman penjara karena melanggar UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Berikut ini sanksi penggunaan pelat palsu sebagaimana diatur dalam UU tersebut:

1. Pasal 280, melanggar tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

2. Pasal 288 Ayat 1, melanggar tidak dilengkapi dengan STNK atau surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

 

 

 

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah12 Februari 2026 19:33
Sidrap Lepas 15 Truk Telur, Tegaskan Peran Daerah sebagai Penopang Pangan Nasional
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) kembali menegaskan perannya sebagai salah satu sentra produksi telur nasional. ...
Ekonomi12 Februari 2026 18:24
Kalla People Fest 2026 Hadirkan Director of Enterprise & Business Service PT Telkom Indonesia
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kalla People Fest yang merupakan ajang penghargaan bagi insan KALLA sukses digelar pada hari Kamis 06 Februari 202...
Daerah12 Februari 2026 17:26
Hijaukan Pesisir, Bupati Irwan Ajak Warga Jaga Pantai Pinrang Lewat Gerakan Tanam Mangrove
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Sebagai salah satu daerah dengan garis pantai yang mencapai kurang lebih 93 kilometer, Kabupaten Pinrang memiliki t...
Ekonomi12 Februari 2026 16:15
Tingkatkan Kepatuhan Pajak, KPP Makassar Utara Beri Edukasi SPT bagi Sivitas UNHAS
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Makassar Utara menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pengisian dan Pelaporan ...