Banjir di Ekuador: 22 Orang Tewas, Batu dan Lumpur Hiasi Jalanan Ibu Kota

Nhico
Nhico

Rabu, 02 Februari 2022 10:34

Banjir di Ekuador. (F-INT)
Banjir di Ekuador. (F-INT)

Pedoman Rakyat, Makassar – Banjir terparah yang melanda Ekuador dalam dua dekade telah menewaskan sedikitnya 22 orang di Quito.

Seperti dilaporkan AFP, Rabu (2/2/2022), banjir menggenangi rumah-rumah, membanjiri mobil dan menghanyutkan para atlet dan penonton di lapangan olahraga.

Pada Selasa (1/2), layanan darurat SNGRE Ekuador di Twitter menyatakan 20 orang hilang dan 47 terluka.

Rekaman video menunjukkan aliran air yang membawa batu, lumpur, dan puing-puing di jalan-jalan di ibu kota Ekuador, saat tim penyelamat membantu penduduk mengarungi arus deras untuk menyelamatkan diri.

Banyak orang di kota berpenduduk 2,7 juta orang itu dibawa ke tempat penampungan.

Hujan yang mengguyur Quito selama 17 jam berturut-turut menyebabkan banjir yang merusak jalan, area pertanian, klinik, sekolah, kantor polisi, dan gardu listrik.

Wali Kota Quito, Santiago Guarderas mengatakan hujan telah membanjiri bangunan resapan air di lereng bukit yang memiliki kapasitas 4.500 meter kubik tetapi digenangi dengan volume lebih dari empat kali lipat.

Kegagalan yang diakibatkannya menyebabkan banjir sepanjang satu kilometer melalui lapangan olahraga tempat para pemain bola voli berlatih dengan penonton di pinggir lapangan.

“Orang-orang yang sedang bermain tidak bisa melarikan diri. Tiba-tiba mereka ditangkap,” kata saksi bernama Freddy Barrios Gonzalez kepada AFP.

“Mereka yang berhasil lari diselamatkan (tetapi) satu keluarga terkubur di bawah sungai lumpur. Di sana mereka mati,” tambah Gonzalez, pakaiannya sendiri masih becek karena cobaan itu.

Tidak segera diketahui berapa banyak pemain atau penonton di antara jumlah total yang tewas dan terluka. Tentara dengan anjing penyelamat sedang menjelajahi daerah sekitar lapangan untuk mencari korban selamat.

Kepala polisi Quito Cesar Zapata tidak menutup kemungkinan menemukan lebih banyak mayat di bawah ribuan meter kubik lumpur dan puing-puing yang ditinggalkan oleh banjir.

Penyelamat Cristian Rivera mengatakan banyak orang di Quito harus dirawat karena hipotermia. Pemerintah kota telah memobilisasi alat berat untuk membersihkan jalan dan memperbaiki sistem resapan air yang gagal.

Penduduk Mauro Pinas sempat mendengar “ledakan” ketika struktur itu meledak, setelah itu “sungai lumpur” turun ke kota – terutama di barat laut. Listrik padam di beberapa bagian setelah tiang listrik tumbang.

Puluhan tentara dikerahkan untuk membantu upaya pencarian dan penyelamatan polisi dan pemadam kebakaran. Banjir dimulai di lereng gunung berapi Pichincha, yang menghadap ke ibu kota negara.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...