Banjir-Tanah Longsor di Manado, 2 Tewas dan 155 KK Terdampak

Nhico
Nhico

Minggu, 06 Maret 2022 18:18

Banjir dan Tanah Longsor di Manado.(F-INT)
Banjir dan Tanah Longsor di Manado.(F-INT)

Pedomanrakyat.com, Manado – Dua warga dilaporkan meninggal dunia dan 155 Kepala Keluarga terdampak banjir serta tanah longsor yang terjadi di Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Kamis (3/3/2022).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, banjir dan longsor terjadi akibat meluapnya DAS Tondano, Sungai Sario, Sungai Malendeng dan Sungai Bailang.

“Sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kota Manado pada Kamis (3/3) pukul 18.00 WIB,” kata Muhari dalam keterangan tertulisnya, Minggu (6/3).

Data BPBD Kota Manado, kata Muhari, menunjukkan ada 13 kelurahan di 5 kecamatan yang terdampak peristiwa itu. Rinciannya adalah Kelurahan Denlu, Kelurahan Malendeng, Kelurahan Paal Dua dan Kelurahan Ranomuut di Kecamatan Paal Dua. Kemudian Kelurahan Ranotana Weru, Kelurahan Karombasan Utara dan Kelurahan Wanea di Kecamatan Wanea.

Kemudian, Kelurahan Singkil Dua, Kelurahan Kombos Timur dan Kelurahan Tenate Tanjung di Kecamatan Singkil. Selanjutnya adalah Kelurahan Sumompo di Kecamatan Tuminting dan Kelurahan Taas serta Kelurahan Tikala Baru di Kecamatan Tikala.

Kerugian materil ditimbulkan yang atas peristiwa itu meliputi 155 unit rumah milik 174 jiwa dari 76 KK terendam banjir dengan tinggi muka air 30-75 sentimeter. Kemudian 12 unit rumah rusak ringan, 2 unit rumah rusak berat, 2 titik jalan rusak, 1 tanggul jebol dan 104 jiwa dari 51 KK terdampak longsor.

BPBD Kota Manado telah memberikan bantuan logistik berupa family kit, tikar, sabun, hand sanitizer, selimut, perlengkapan bayi dan dapur.

Kata Muhari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Kota Manado dan sekitarnya hingga Senin (7/3), menurut informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

“BNPB mengimbau kepada seluruh komponen pemangku kebijakan di daerah dan masyarakat agar dapat mengantisipasi adanya potensi bencana susulan yang dapat dipicu oleh faktor cuaca,” katanya.

 Komentar

Berita Terbaru
Nasional27 Agustus 2026 11:29
Menhut Cek Karhutla Berau dan Perlindungan Habitat Orangutan
Pedomanrakyat.com, Berau – Menteri Kehutanan Raja Antoni mengecek kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau, Kalimantan Timur, Rabu ...
Daerah27 Agustus 2026 09:41
Pemkab Pangkep Monitoring Produksi Garam Rakyat, Pastikan Bantuan Geomembran Tepat Sasaran
Pedomanrakyat.com, Pangkep – — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) terus mendorong peningkatan produksi garam rak...
Nasional27 Agustus 2026 09:18
Menhut Raja Juli Ingatkan Penerima Perhutanan Sosial Jaga Kelestarian Kawasan
Pedomanrakyat.com, Jakarta – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengingatkan kelompok masyarakat penerima persetujuan Perhutanan Sosial...
Daerah27 Agustus 2026 07:38
Hadapi Potensi Bencana, Bupati Pangkep Yusran Perkuat Koordinasi dengan BBMKG
Pedomanrakyat.com, Pangkep – Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si., melakukan kunjungan ke Kan...