Pedomanrakyat.com, Maros – Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, memberikan apresiasi atas upaya pelestarian populasi kupu-kupu di Kawasan Wisata Alam Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Apresiasi tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan yang dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly tersebut, Rabu, 28 Januari 2026.
Raja Juli Antoni menegaskan bahwa Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung memiliki makna penting tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat keanekaragaman hayati dunia, khususnya kupu-kupu.
Baca Juga :
“Tempat ini dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly atau Kerajaan Kupu-Kupu. Saya pernah berkunjung ke sini sebelumnya, dan kekayaan kupu-kupunya memang luar biasa,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir sempat terjadi masa transisi di mana populasi kupu-kupu mengalami penurunan. Namun, melalui kerja sama yang kuat, komunikasi yang baik, serta dukungan berbagai pihak, kondisi tersebut perlahan berhasil dipulihkan.
Ia menekankan bahwa pelestarian ekosistem tidak bisa dilepaskan dari komunikasi dan kesadaran kolektif untuk menjaga spesies, terutama kupu-kupu yang menjadi ikon kawasan Bantimurung.
Sementara itu, Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam menyampaikan rasa syukur atas kunjungan Menteri Kehutanan ke Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Menurutnya, kehadiran pemerintah pusat menjadi energi positif dalam upaya menjaga kelestarian kawasan tersebut.
“Ini adalah kawasan taman nasional yang di dalamnya terdapat destinasi unggulan Taman Wisata Bantimurung. Kami berharap dengan kehadiran Pak Menteri, kawasan ini semakin diperkuat sebagai bagian dari geopark dengan tetap menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alamnya,” ujar Chaidir Syam.
Ia juga berharap adanya dukungan Kementerian Kehutanan dalam upaya pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan dan destinasi wisata, sehingga pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Senada dengan itu, Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Muhammad Yusran Lalogau menegaskan pentingnya dukungan berkelanjutan terhadap UNESCO Global Geopark Maros-Pangkep.
“Pengembangan wisata harus dilakukan tanpa merusak alam. Ekosistem tetap terjaga, namun di sisi lain mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan,” katanya.
Kunjungan kerja Menteri Kehutanan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam sekaligus mendorong pengembangan wisata berkelanjutan di kawasan Bantimurung Bulusaraung.

Komentar