Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Makassar, Fauzi Andi Wawo, menegaskan tekadnya membawa PKB menjadi kekuatan politik utama hingga mampu meraih posisi pimpinan DPRD Makassar pada Pemilu 2029.
Hal tersebut ditegaskan, Fauzi Andi Wawo, menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Makassar yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026.
Politisi yang akrab disapa Uci, mengungkapkan dirinya kembali maju dalam kontestasi ketua DPC demi menjaga kesinambungan program partai yang telah dirintis sejak 2019.
Baca Juga :
“Target kita ke depan, PKB harus bisa menjadi pimpinan di Makassar pada 2029. Untuk itu, program yang sudah berjalan tidak boleh terputus,” ujar Uci, Rabu (8/4/2026).
Menurutnya, capaian tersebut tidak bisa diraih secara instan, melainkan membutuhkan konsistensi dan kesinambungan kepemimpinan. “Ini kerja panjang sejak 2019. Harus berkesinambungan sampai ke titik itu,” katanya.
Meski demikian, Fauzi mengaku sempat mempertimbangkan untuk tidak kembali maju dan memilih fokus mendampingi Ketua DPW PKB Sulsel, Azhar Arsyad. Ia menilai potensi PKB di Sulawesi Selatan sangat besar, namun belum sepenuhnya dimaksimalkan.
“Secara pribadi, saya ingin mendampingi di DPW. Tapi saya juga melihat masih ada pekerjaan rumah dari sisi manajerial partai yang perlu dibenahi,” jelas Fauzi.
Dorongan untuk mewujudkan target besar PKB di Makassar akhirnya membuatnya mantap kembali maju dalam Muscab. “Kalau untuk Makassar, saya punya mimpi besar. Karena itu saya putuskan tetap maju,” tegasnya.
Wakil Ketua DPRD Sulsel itu juga mengakui adanya sejumlah kader potensial lain yang dinilai layak memimpin PKB Makassar, di antaranya Andi Makmur Burhanuddin, Basdir, dan Zulhajar.
Ia menjelaskan, proses penentuan ketua DPC akan melalui mekanisme internal partai, dimulai dari pembentukan tim lima yang akan memetakan kandidat berdasarkan dukungan di tingkat PAC.
“Nanti tim lima yang memetakan kandidat, melihat dukungan, lalu hasilnya dibawa ke DPP untuk diputuskan,” jelasnya.
Selain dukungan, penilaian juga akan mempertimbangkan rekam jejak dan kinerja para kandidat, baik sebagai anggota legislatif maupun sebagai pengurus partai.

Komentar