BPBD Akui Kekurangan Stok Logistik di Saat Banjir Ancam Sulsel, Legislator NasDem: Cari Jalan Keluar, Jangan Tinggal Diam!

Muh Saddam
Muh Saddam

Senin, 16 Desember 2024 20:40

Banjir di Jalan AP Pettarani Makassar (Foto:Int).
Banjir di Jalan AP Pettarani Makassar (Foto:Int).

Pedomanrakyat.com, Makassar – Banjir kembali melanda Sulawesi Selatan. Di Kota Makassar dan beberapa daerah lainnya sudah terjadi beberapa hari terakhir.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel dituntut lebih siap menghadapi ancaman banjir yang makin meluas.

Sayangnya, Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo justru mengakui, kesiapan logistik untuk dampak dari penanganan banjir tahun 2024 ini kurang.

Tetapi kata Amson, sebelumnya untuk keperluan logistik sendiri, pihak BPBD Sulsel telah menyalurkan seluruhnya ke Pemerintah Kabupaten dan Kota di Sulsel.

“Logistik kami sudah distribusi ke kabupaten/kota, tapi memang anggaran logistik tahun ini kurang, jadi yang di Gudang hanya paket keluarga dari BNPB, itupun tidak begitu banyak,” ucap Amson.

Lebih lanjutnya, terkait untuk mengantisipasi masuk musim hujan, pihaknya mengaku akan berkolaborasi dengan Dinas Sosial Sulsel dan pihak-pihak terkait untuk penyediaan logistik.

“Jadi masih ada persediaan logistik dari Dinas Sosial atau kita berharap bantuan dari dunia usaha melalui CSR dan kalau Eskalasi bencana besar Qt akan menggunakan BTT,” tutupnya.

Merespon hal itu, Anggota Komisi E DPRD Sulawesi Selatan, Doktor Mahmud mengaku kecewa dengan gerak dari BPBD Sulsel.

Pasalnya, dalam rapat evaluasi triwulan III Tahun Anggaran 2024 di Komisi E DPRD Sulsel, BPBD Sulsel menyampaikan bahwa, pihaknya tidak lagi mempunyai stock logistik.

“Makanya saya langsung di situ nyatakan bahwa, saya kecewa dengan penjelasan ini, karena ini merupakan tanggung jawab bapak,” kata Doktor Mahmud, Senin (16/12/2024).

“Namun dia mengatakan bahwa memang anggarannya itu Rp15 miliar pertamanya, tapi di refocusing kalau tidak salah, sehingga tinggal Rp2 miliar,” tambahnya.

Meski demikian kata Mahmud, sebagai penanggung jawab, tentu harus melaporkan hal terbut, bukan seakan hanya menjadi “penonton” disaat-saat seperti ini.

“Tetapi bagaimana coba menkomunikasikan dengan Gubernur atau kami di DPRD ini untuk bagaimana mencari jalan keluarnya ini. Bukan tinggal istilahnya diam tetapi harus kreatiflah,” jelasnya.

Legislator Fraksi NasDem Sulsel ini menuturkan bahwa, seharusnya BPBD Sulsel lebih kreatif mencari anggaran atau bantuan logistik. Seperti mencari dana taktis dan sebagainya.

Lanjutnya, apalagi sekarang ini di Sulsel sudah masuk musim hujan, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan seperti bencana bisa terjadi kapan saja.

“Jadi kita minta bagaimana BPBD kreatif untuk bagaimana caranya memberikan jalan keluar. Nanti mungkin bisa, komunikasi sama gubernur, bagaimana ini? karena baru mau musim becana atau musim hujan,” tegas Doktor Mahmud.

“Karena ini baru masuk musim hujan, tentu bencana tidak diinginkan tapi terkadang muncul, siapa mau tanggulangi kalau bukan dari pihak BPBD sebagai penanggung jawab,” terangnya.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro17 April 2026 21:21
Bupati Syaharuddin Alrif Tegaskan Visi Sidrap Sehat dan Ramah Investasi
Pedomanrakyat.com, Sidrap – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan daerah yang sehat, be...
Daerah17 April 2026 20:27
Wabup Pinrang Ganti Pimpinan Dua Puskesmas, Dorong Pelayanan Lebih Cepat dan Berkualitas
Pedomanrakyat.com, Pinrang – Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Pinrang melal...
Metro17 April 2026 19:23
Tampil Memukau: 31 Finalis Masuk Tahap Akhir, Makassar Bidik Juara Umum MTQ XXXIV Sulsel di Maros
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kontingen Kota Makassar, menunjukkan performa gemilang pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat...
Nasional17 April 2026 18:28
Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Kalimantan Barat Perkuat Antisipasi Musim Kemarau 2026
Pedomanrakyat.com, Pontianak – Pemerintah menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di halaman Kantor Gubernur Ka...