Pedomanrakyat.com, Sidrap – Rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Sungai Saddang Sub Unit Sidenreng 2 resmi dimulai. Ini menjadi tonggak baru dalam memperkuat sistem pengairan bagi 894,5 hektare sawah di Kecamatan Panca Lautang dan Tellu Limpoe.
Pelaksanaan rehabilitasi ditandai dengan sosialisasi pekerjaan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Saddang di Kelurahan Lajonga, Kecamatan Panca Lautang, Jumat (3/7/2026).
Sosialisasi dibuka Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif didampingi Kepala Satuan Kerja Non-Vertikal Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (SNVT PIPA) Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Andi Faizal Fahrial, PPK Irigasi dan Rawa SNVT PIPA Datu Karaeng Raja, Kepala Dinas PSDA Andi Safari Renata, Kepala Bapperida Herwin, serta Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sidrap Mursalim.
Baca Juga :
Turut hadir Camat Panca Lautang, Kapolsek Panca Rijang, jajaran Dinas PSDA, Lurah Lajonga, kepala desa se-Kecamatan Tellu Limpoe, tokoh masyarakat, ketua kelompok tani, Ketua P3A, kepala UPTD, para petani, dan undangan lainnya.
Syaharuddin mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan jawaban atas persoalan irigasi yang telah puluhan tahun dikeluhkan petani. Proyek senilai sekitar Rp15 miliar itu dijadwalkan berlangsung mulai Juli hingga Desember 2026.
Pekerjaan meliputi rehabilitasi saluran irigasi sepanjang sekitar 12,5 kilometer yang melayani areal persawahan seluas 894,5 hektare. Ruas yang menjadi prioritas meliputi BSI19, BSI20A, BSI20, BSI21 hingga BSI23.
Menurut Syaharuddin, jaringan irigasi tersebut telah sekitar 50 tahun tidak direhabilitasi sehingga mengalami sedimentasi, dipenuhi sampah, dan banyak bagian saluran yang rusak. Kondisi itu menyebabkan distribusi air ke lahan pertanian tidak optimal.
“Sudah kurang lebih 50 tahun tidak dilakukan rehabilitasi. Hari ini menjadi tonggak sejarah baru. Jumat berkah di Kelurahan Lajonga kita mulai perbaikan itu kembali,” ujarnya.
Ia meminta Dinas PSDA, tim pelaksana, dan seluruh pihak terkait mengawal pekerjaan agar berjalan cepat, tepat sasaran, dan selesai sesuai jadwal.
“Apa pun kendala dalam kegiatan ini jangan ada yang mannoko-noko. Kita harus saromase agar pekerjaan berjalan lancar,” pesannya.
Selain rehabilitasi DI Saddang, Syaharuddin memaparkan sejumlah program penyediaan air lainnya di Kecamatan Tellu Limpoe dan Panca Lautang. Di antaranya pembangunan Bendung Torere di Desa Corawali dan Kelurahan Bilokka yang direncanakan dikerjakan pada 2026-2028 dengan anggaran sekitar Rp43 miliar untuk mengairi sekitar 1.025 hektare sawah.
Pemerintah juga melanjutkan program Optimasi Lahan (Oplah) Non Rawa yang kini memasuki tahap penyediaan jaringan listrik. Selain itu, irigasi perpompaan (Irpom) akan dibangun di Lajonga dan Elle Salewo dengan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Syaharuddin menambahkan, rehabilitasi dan program penyediaan air tersebut juga diharapkan mengatasi persoalan kekurangan air di sekitar 504 hektare sawah kawasan Lamini-Corawali yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Air adalah nyawa pertanian. Kalau airnya ada, maka sawah hidup, petani sejahtera, Sidrap kuat. Mari kita jaga dan kawal bersama,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SNVT PIPA Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Andi Faizal Fahrial, mengatakan rehabilitasi jaringan irigasi tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Sidrap.
Ia mengapresiasi komunikasi yang dibangun Bupati Sidrap bersama Dinas PSDA sehingga usulan rehabilitasi dapat disetujui dan segera dilaksanakan. Menurutnya, peluang pengusulan tahap kedua masih terbuka agar rehabilitasi jaringan irigasi di Sidrap dapat terus berlanjut hingga seluruh saluran induk tuntas.
Andi Faizal menambahkan, rehabilitasi akan difokuskan pada titik-titik prioritas melalui koordinasi dengan Dinas PSDA dan para petani agar manfaatnya segera dirasakan.
“Kolaborasi ini kita genjot secara cepat agar bisa swasembada pangan. Kami titip, mari kita jaga bersama aset irigasi ini. Kalau airnya lancar, maka produktivitas padi Sidrap sebagai lumbung pangan Sulsel akan semakin meningkat,” pungkasnya.

Komentar