Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

Nhico
Nhico

Rabu, 20 Oktober 2021 08:30

Dampak Bila Sering Memarahi Anak Saat Belajar

Pedoman Rakyat – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama pandemi membuat orangtua menjadi pengajar utama anak selama di rumah.

Bersama dengan guru, orangtua berkolaborasi agar capaian pembelajaran tetap terpenuhi. Hanya saja, mendampingi anak belajar sekaligus menjalani pekerjaan kantor atau rumah kerap membuat orangtua kewalahan.

Kesulitan mengendalikan emosi mengajari anak belajar, bisa menjadi salah satu masalah yang dihadapi orangtua. Memarahi atau membentak kerap dilakukan agar anak lebih fokus atau disiplin dalam belajar. Namun, cara ini tidak disarankan karena dapat menimbulkan dampak negatif pada anak.

Melansir laman Aku Pintar, berikut sejumlah akibat bila sering membentak anak:

1. Mengubah cara otak anak berkembang

Teknik mendisiplinkan anak dengan cara memarahi atau membentak dapat mempengaruhi perkembangan otak anak.

Hal ini terjadi karena pada umumnya, manusia memproses informasi dan peristiwa negatif lebih cepat dan menyeluruh daripada yang informasi yang positif. Sebuah studi membuktikan hal ini dengan membandingkan pemindaian MRI otak orang-orang yang memiliki riwayat pelecehan verbal di masa kanak-kanak dengan pemindaian pada orang yang tidak pernah mengalami hal tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada perbedaan fisik yang mencolok di bagian otak yang berperan untuk memproses suara dan bahasa. Amir Zuhdi, dokter ahli ilmu otak dari Neuroscience Indonesia, menjelaskan bahwa ketika anak dibentak, anak akan merasa ketakutan. Rasa takut membuat produksi hormon kortisol di otak meningkat.

Semakin sering anak dibentak hingga membuatnya takut, semakin tinggi pula potensi kerusakan pada neuron. Neuron ini berisi “file-file” penting dalam hidup anak.

2. Anak berpotensi alami stres

Salah kaprah bila orangtua menganggap bahwa memarahi anak saat melakukan kesalahan akan membuat anak menyadari kesalahannya. Sayangnya, anggapan ini sama sekali tidak benar. Meskipun pada akhirnya anak menjadi patuh, tetapi apa yang anak lakukan adalah wujud ketakutan bukan kesadaran. Kalimat-kalimat pedas dan keras yang orangtua lontarkan dapat dikategorikan sebagai kekerasan verbal. Dampak anak sering dimarahi adalah mudah merasa takut, merasa tidak berharga, sedih, kecewa, tidak percaya diri, sulit menentukan keputusan, dan terluka hatinya.

Hal ini tentu saja sangat mempengaruhi kesehatan mental anak. Jika dilakukan secara terus menerus, bukan tidak mungkin anak akan mengalami stres bahkan depresi. Dikhawatirkan anak akan mencari pelampiasan untuk menuangkan luapan emosi negatifnya dengan cara-cara yang tidak terpuji seperti menggunakan obat-obatan terlarang.

3. Mempengaruhi hubungan orangtua dan anak

Dalam proses belajar mengajar, hubungan yang harmonis antara orangtua dan anak sangatlah penting. Kedekatan anak dengan guru maupun orangtua, membuat anak merasa aman dan nyaman ketika diajarkan, sehingga mudah menyerap pembelajaran yang diajarkan.

Anak yang sering dimarahi atau dibentak, akan merasa takut pada orangtua, bukan menghormati. Hubungan yang tidak harmonis seperti ini dapat menurunkan motivasi belajar anak sehingga tujuan pembelajaran akan sangat sulit untuk dicapai secara optimal.

Tips mendidik anak tanpa memarahi atau membentak

1. Jika orangtua merasa ingin marah, tarik nafas perlahan, kemudian hembuskan pelan-pelan. Orangtua dapat memejamkan mata sejenak untuk meredakan emosi dan menenangkan diri.

2. Menerapkan disiplin dengan cara yang positif. Bagaimana caranya? Menjadi contoh yang baik untuk anak dan tegas pada peraturan. Namun, tegas dan galak adalah dua sikap yang berbeda.

3. Selalu memberi nasihat dengan bahasa yang halus dan menggunakan kalimat positif.

4. Selalu memberikan apresiasi pada anak jika berbuat baik dan ada kemajuan dalam belajar. 5. Mengajarkan pendidikan karakter.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro24 Agustus 2026 22:25
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman Sambut 117 Kontingen MTQ VIII KORPRI Nasional 2026
Pedomanrakyat.com, Makassar – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turut menyambut dan menyaksikan langsung Pawai Ta’aruf Musaba...
Metro24 Agustus 2026 21:31
Defile Kafilah MTQ VIII KORPRI Nasional Resmi Dilepas di Balai Kota Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Defile kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Nasional Tah...
Metro24 Agustus 2026 20:25
Sekda Jufri Rahman Buka Seminar Nasional dan Hadiri Pelantikan Dewan Hakim MTQ VIII KORPRI
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Jufri Rahman membuka rangkaian Seminar Nasional dan menghadiri pelanti...
Metro24 Agustus 2026 19:24
Wagub Fatmawati Rusdi di Malam Ta’aruf: MTQ KORPRI Bukan Sekadar Lomba, tapi Bentuk Karakter ASN
Pedomanrakyat.com, Makassar – Malam Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII KORPRI Tingkat Nasional Tahun 2026 berlangsung di Baruga ...