Dewan Pendidikan Makassar Godok Rumusan Model PTM di Masa Pandemi Covid-19

Zafran Alvaro
Zafran Alvaro

Selasa, 28 September 2021 18:39

Dewan Pendidikan Makassar Godok Rumusan Model PTM di Masa Pandemi Covid-19

Pedoman Rakyat, Makassar -Dewan Pendidikan Kota Makassar (DPKM) menggodok model kurikulum pembelajaran tatap muka (PTM) di masa pandemi menyusul rencana pemerintah kota Makassar yang akan segera membuka sekolah luring.

Model PTM itu akan dibahas dalam Focuss Group Discussion (FGD) yang akan digelar di Kantor DPKM, Selasa, 28 September. FGD dihadiri langsung Wakil Walikota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi. FGD dipandu Aminuddin Tarawe, anggota Dewan Pendidikan Makassar.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar, Rudianto Lallo mengatakan FGD akan membahas beberapa alternatif model pembelajaran yang cocok digunakan dalam sekolah tatap muka di masa pandemi. Karenanya dalam FGD itu, DPKM mengundang perwakilan Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan pakar pendidikan dari Universitas Negeri Makassar.

“Semua kalangan sudah mengingkan sekolah tatap muka. Apalagi Makassar kini sudah berada di PPKM Level 2 yang memungkinkan dilakukan sekolah tatap muka,” kata Rudianto Lallo.

Secara khusus Ketua DPRD Makassar itu juga mengapresiasi kehadiran langsung Wakil Walikota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi dalam FGD ini. Apalagi Wakil Walikota Makassar juga dikenal sebagai ketum tim persiapan sekolah tatap muka.

Fatma dalam arahannya mengatakan sekolah tatap muka akan dimulai awal Oktober mendatang. Menurut dia, pembelajaran tatap muka belum dilakukan serempak tetapi diuji coba lebih dahulu di beberapa sekolah.

“Ada 30 sekolah yang disiapkan untuk uji coba sekolah tatap muka ini. Dinas Pendidikan sedang melakukan update verifikasi persiapan sekolah untuk penyelenggaraan pembelajaran tatap muka ini,” kata Fatma.

Pakar pendidikan UNM, Dr Nurhikmah memberikan beberapa model pembelajaran di masa pandemi ini. Salah satunya blended learning atau penggabungan sekolah offline dan sekolah online.

“Jika syarat sekolah tatap muka hanya 50 persen peserta didik, maka 50 persen siswa lainnya tentu akan belajar secara online,” kata Ketua Prodi Teknologi Pendidikan Pascasarjana UNM itu.

Nurhikmah mengatakan sebelum menetapkan sekolah tatap muka, Dinas Pendidikan atau sekolah perlu mengidentifikasi siswanya yang mau online dan yang setuju offline. Menurut dia, tidak semua siswa mau dan memiliki perlengkapan untuk sekolah online.

“Begitu juga dengan guru, harus diidentifikasi guru yang mau mengajar online dan offline,” kata Hikmah.

Kepala Bidang GTK Dinas Pendidikan Makassar, Pantja Nurwahidin setuju dengan ide Nurhikmah. Ia mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan model pembelajaran blended itu untuk jenjang SMP.

Skemanya antara lain separuh siswa mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah dan sisanya belajar online. Skema lainnya kelas VII sekolah tatap muka selama sepekan, di saat bersamaan Kelas VIII sekolah online. Sebaliknya jika Kelas VIII sekolah tatap muka, maka Kelas VII belajar online.

 Komentar

Berita Terbaru
Metro31 Agustus 2026 12:22
Maulid DWP Makassar, Ketua Tim Penggerak PKK Makassar Ingatkan Pentingnya Doa dan Dukungan Istri
Pedomanrakyat.com, Makassar — Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang disel...
Metro31 Agustus 2026 11:50
DPRD Makassar Inisiasi Ranperda Jamsostek, Perkuat Perlindungan Pekerja
Pedomanrakyat.com, Makassar – DPRD Kota Makassar menginisiasi Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Sosi...
Metro31 Agustus 2026 09:06
Wali Kota Munafri Bawa Penguatan Pengelolaan Aset Daerah ke Rapat Paripurna DPRD Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengajukan perubahan regulasi pengelolaan barang milik daerah. Perubahan te...
Otomotif31 Agustus 2026 08:48
Tasming Hamid Dukung Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V, 500 Offroader Ramaikan Rute Menuju Parepare
Pedomanrakyat.com, Perapare- Sebanyak 500 peserta mengikuti Bhayangkara Off-Road Merdeka Seri V Tahun 2026 yang digelar selama tiga hari, 28-30 Agus...