DPRD Sulsel RDP Bersama DLH Kabupten/Kota Bahas Sistem Pengelolaan Sampah

Nhico
Nhico

Selasa, 11 Januari 2022 21:32

Ketua Pansus Ranperda Pengelolaan Sampah Organik, Andi Sugiarti Mangun Karim.
Ketua Pansus Ranperda Pengelolaan Sampah Organik, Andi Sugiarti Mangun Karim.

Pedoman Rakyat, Makassar – DPRD Sulawesi Selatan melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten dan kota Se Sulsel, di gedung Tower DPRD, Selasa (11/1/2022).

Diantaranya, Kepala dinas, Lingkungan Hidup, Luwu Timur Andi Makkaraka, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barru Muhammad Nasir, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantaeng Nasir Awing.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DHL) Luwu Timur (Lutim), Andi Makkaraka mengatakan bahwa, Pemda Lutim memiliki 12 Hektar lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan itu didominasi dari sampah rumah tangga.

“Dengan kesadaran masyarakat sampah bisa dipilah,” katanya.

Menurutnya, Ranperda ini perlu ditindaklanjuti yakni bagaimana pemerintah lebih banyak melakukan sosialisasi berkelanjutan agar bisa maksimal.

“Kami berpendapat dalam menentukan harus ada kajian karena kabupaten kota wilayah cukup luas, Luwu Timur ada 5 TPA dan baru satu aktif, Tiga masih pendamping (belum selesai pembahasan lahan) dan belum efektif, satunya ada di PT Vale,” tutur Andi Makkaraka.

Senada, Sekretaris DLH Barru, Muhammad Nasir menuturkan bahwa, Pemda Barru sendiri memiliki satu TPA dan berencana akan membangun untuk yang dua.

“Jadi, satu ada di wilayah kecamatan Mallusetasi dan Tanete Riaja Kabupaten Barru,” jelas Muhammad Nasir.

“Kami sudah berencana menambah lagi TPA, tapi masih terjadi penolakan masyarakat,” tambahnya.

Lanjutnya bahwa, permasalah sampah sampai saat ini belum kunjung selesai, karena masyarakat belum berwawasan lingkungan, dan itu memicu terkumpulnya sampah plastik.

“Dan kita terkendala pada sarana dan prasarana dan masih ada perilaku masyarakat buang sampah sembarang tempat,” papar Muhammad Nasir.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Bantaeng, Nasir Awing mengungkapkan, pengelolaan sampah di wilayah Bantaeng dilakukan door to door.

“Dan ini warisan pemimpin kami karena itu kebutuhan masyarakat,” kata Nasir Awing.

“Namun dampaknya luar biasa, harus mengeluarkan biaya operasional tinggal hampir Rp 6 miliar tiap tahun,” sambungnya.

Nasir Awing juga meminta, Perda tentang pengelolaan sampah organik ini bisa lebih dipertajam. Khususnya untuk di wilayah pesisir, karena sampah di pesisir laut Kabupaten Bantaeng cukup besar. Padahal laut bukan wilayah Kabupaten.

“Ada UPT menangani sampah pesisir, padahal wenangan kita hanya di daratan tapi masa kita mau lihat sampah begitu saja di wilayah kita,” tutupnya.

Penulis : Musa

 Komentar

Berita Terbaru
Politik11 Februari 2026 23:29
Sekjen PPP Absen di Pembukaan Mukernas, Panitia dan Ketum Mardiono Beri Penjelasan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) resmi digelar di Kota Makassar, Sulawesi...
Ekonomi11 Februari 2026 21:32
Komitmen Pengembangan SDM, IWIP Raih Penghargaan Golden Leader JMSI Awards
Pedomanrakyat.com, Banten – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dinilai sebagai Golden Leader Pembangunan Sumber Daya Manusia setelah m...
Metro11 Februari 2026 20:35
Ismail Fokus Perjuangkan Air Bersih, Jawab Harapan Warga Pesisir Utara Makassar
Pedomanrakyat.com, Makassar – Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, Ismail menegaskan komitmennya untuk membantu warga yang berada di wilayah utara...
Metro11 Februari 2026 19:24
Waka DPRD Sulsel Sufriadi Arif Hadiri Groundbreaking Preservasi Jalan Rp274 Miliar di Takalar
Pedomanrakyat.com, Takalar – Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Sufriadi Arif, menghadiri kegiatan groundbreaking preservasi jalan Paket 2 Multi...