Emak-emak di Makassar Doakan Fatma Tegar Pasca Dilecehkan Pendukung Kandidat Lain

Editor
Editor

Selasa, 01 Desember 2020 17:03

Calon wakil wali kota Makassar, Fatmawati Rusdi
Calon wakil wali kota Makassar, Fatmawati Rusdi

Pedoman Rakyat, Makassar – Kasus pelecehan secara verbal yang dialami calon wakil wali kota Makassar, Fatmawati Rusdi, diharapkan tak terulang lagi, termasuk di debat ketiga Pilwalkot Makassar, pada (4/12/2020).

Harapan ini disampaikan para emak-emak alias ibu-ibu yang mengaku geram atas pelecehan kepada pasangan M Ramdhan “Danny” Pomanto itu saat debat kedua Pilkada Makassar.

Salah seorang emak-emak di Kecamatan Rappocini, Rosdiana mengatakan, pelecehan seksual meski secara verbal tidak bisa ditoleransi.

“Sudah kelewatan sekali mi itu. Pelakunya mungkin tidak berpikir. Tidak punya kapang (mungkin) orang tua? Tidak punya istri? Tidak punya anak perempuan?” ujar Ros menumpahkan kekesalannya, Selasa (1/12/2020).

Ros, sapaan akrabnya, mengaku tidak habis pikir masih ada saja orang-orang yang melecehkan kaum perempuan di era sekarang ini. Terlebih lagi dilakukan di media sosial yang otomatis menjadi konsumsi publik.

“Saya baca kata-katanya kasar sekali memang. Tidak bisa ka’ bayangkan kalau saya dikasih begitu. Kayak dilecehkan di depan umum mi ki’ namanya itu karena di grup (WhatsApp) ki’ dibilangi begitu,” ucap Ros yang sehari-hari berjualan barang campuran.

Emak-emak lainnya di Kecamatan Tamalate, Hartati, turut menaruh simpati atas pelecehan yang menimpa Fatma. Baginya, tidak ada yang bisa menerima saat harga diri diinjak-injak. Dia pun berharap hal serupa tidak terjadi lagi.

“Saya berdoa semua yang baik-baik buat Bu Fatma. Semoga tidak mi lagi kodong. Terus terang saya sakit hati kalau ada dikasih begitu. Wajar, toh, ka perempuan ki juga,” kata anggota majelis taklim ini.

Sementara itu, Fitri, yang berprofesi sebagai karyawati di perusahaan swasta, menginginkan agar pelaku pelecehan kepada Fatma meminta maaf secara terbuka kepada publik. Hal itu, kata dia, paling tidak sebagai sanksi sosial.

“Kalau memang laki-laki harusnya minta maaf, dong. Masa berani berbuat tidak bertanggung jawab? Sebagai efek jera juga. Supaya tidak ada lagi perempuan lain yang dilecehkan,” tutur Fitri.

Sebelumnya, diberitakan pelecehan kepada Fatma terjadi saat debat publik putaran kedua Selasa (24/11/2020) lalu.

Sikap tidak terpuji itu muncul dalam bentuk komentar kasar dan tidak senonoh di grup aplikasi pesan WhatsApp “Cerita Pilkada”. Oknum salah satu pendukung kandidat menulis kalimat yang melecehkan kaum perempuan. Ada dua kali komentar tidak pantas yang ditujukan kepada Fatma.

Aktivis perempuan dari Institute of Community Justice (ICJ) Makassar, Ira Husain, bahkan menegaskan bahwa pelecehan terhadap Fatma seharusnya dibawa ke meja hijau alias diproses hukum. (zeg)

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah10 Februari 2026 23:22
Selle KS Dalle Dinilai Punya Modal Kultural, Dinilai Mampu Meredam Konflik Elit Soppeng
Pedomanrakyat.com, Makassar – Sosok Wakil Bupati Soppeng Selle KS Dalle dinilai memiliki posisi strategis dalam dinamika di lingkup pemerintahan...
Metro10 Februari 2026 22:32
Aliyah Mustika Ilham Ajak Muballigh Menjadi Penyejuk di Tengah Tantangan Zaman
Pedomanrakyat.com, Makassar – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Muballigh Kota Makassar T...
Daerah10 Februari 2026 21:24
Kajati Sulsel Resmikan Aula Kejari Sidrap, Sekaligus Serahkan Gudang untuk Dukung Lumbung Pangan
Pedomanrakyat.com, Makassar – Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Didik Farkhan Alisyahdi, melakukan kunjungan kerja ke Kejaksaan Negeri S...
Metro10 Februari 2026 20:29
Akademisi dan Budayawan Bedah Dinamika Politik–Budaya Soppeng di Era Kontemporer
Pedomanrakyat.com, Makassar – Dialog publik bertajuk “Membaca Soppeng Kontemporer: Sebuah Refleksi Publik” berlangsung di Kantor Tribun Timu...